Aliansi Masyarakat Wadaga Mubar Tolak Pabrik Tebu

Massa Aliansi Masyarakat Wadaga berunjuk rasa menolak masuknya investor di wilayahnya, Kamis, 12 Juli 2018.

Laworo, Inilahsultra.com – Ratusan nasyarakat Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Wadaga menolak masuknya pabrik gula di wilayah mereka.

Bukan hanya itu, mereka juga menentang kebijakan dari Bupati LM Rajiun Tumada yang mendatangkan pihak ke tiga atau investor masuk di Mubar, khususnya di Kecamatan Wadaga, serta meminta peninjauan ulang perubahan RTRW Provinsi Sultra tentang hutan produksi konversi.

Tiga poin tuntutan itu disampaikan langsung Aliansi Masyarakat Wadaga saat menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Mubar, Kamis, 12 Juli 2018.

-Advertisement-

Korlap aksi Safar dalam orasinya mengatakan, sikap enolakan karena muncul ratusan pro dan kontra lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan akibat terbitnya izin operasi bagi perusahaan perkebunan di atas tanah milik masyarakat.

“Akibatnya, pro dan kontra di masyarakat dengan perusahaan yang melibatkan aparat penegak hukum sering kali meletus. Sehingga, menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit, bahkan korban jiwa,” katanya.

Dijelaskannya lebih rinci, Hak Guna Usaha (HGU) Permentan 26/2017 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan sebagai regulasi turunan dari UU No 18 Tahun 2004 tentang perkebunan merupakan akar dari konflik lahan dengan masyarakat. Hal ini, terang dia karena HGU yang diberikan kepada perusahaan perkebunan tersebut sering kali diberikan di atas tanah-tanah yang dikuasai masyarakat.

Olehnya itu, pihaknya menolak pihak ketiga atau investor yang akan masuk di wilayah Mubar, khususnya di Kecamaran Wadaga.

Safar juga ikut menyidir kebijakan pemerintah setempat. Dimana, mereka menilai dengan masuknya perusahaan PT Wahana Surya Agro akan merugikan masyarakat di Kecamatan Wadaga.

Menanggapi hal itu ketua komisi I DPRD Mubar La Ode Ami berjanji secepatnya akan melayangkan surat kepada Pemda Mubar guna menindaklanjuti keluhan masyarakat, untuk mengadakan pertemuan kembali antara pihak demonstran dengan pihak perusahaan.

“Dengan melihat fenomena yang terjadi saat ini pihak kami sebagai perwakilan rakyat akan mendukung penuh demi kelangsungan hidup, kesejahteraan dan hak masyarakat. Mengingat masyarakat yang semakin resah dan gelisah dengan adanya kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat,” terangnya.

Pantauan awak media ini, selain La Ode Ami, aksi demonstrasi masyarakat Kecamatan Wadaga ikut disambut hangat oleh anggota DPRD Mubar lainnya yakni  La Ode Koso, Munawir Dio, dan La Rifu Rinamu.

Reporter : Muh Alym

Editor      : Aso

Facebook Comments