
Laworo, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muna Barat menyatakan masa imunisasi measless rubella (MR) akan dituntaskan sampai akhir Oktober 2018.
Kementrian Kesehatan menargetkan, imunisasi MR mencapai 95 persen pada 2018. Namun, Pemda Mubar dari Agustus hingga September baru mencapai target 66 persen.
“Mubar belum mencapai target nasional yang ditetapkan. Sesuai surat edaran dari Kemenkes yang ditujukan kepada gubernur hingga bupati agar imunisasi MR diperpanjang sampai 31 Oktober,” kata Kepala Dinkes Mubar Hidayat, Rabu 3 Oktober 2018.
“Jadi yang kita akan kejar Oktober ini tinggal 27 persen lagi,” tambahnya.
Hidayat mengaku, selama pelaksanaan imunisasi rubella ini, tak ada kendala di orang tua murid. Hanya saja, lanjut Hidayat, masih banyak sekolah-sekolah yang menolak.
“Namun dengan begitu kita akan kembali sosialisasikan. Mungkin masih banyak yang belum paham. Jangan sampai terjadi seperti di Buton kemarin, ada yang melahirkan, anak yang dikandungnya terlahir dengan kecacatan dan katarak,” bebernya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk memikirkan dampak dan akibat yang terkena apabila kita menolak imunisasi.
“Kami menyarankan agar tidak percaya berita-berita hoaks atau bicara dari orang ke orang,” tuturnya.
Imunisasi ini, kata dia, diyakini mampu memberikan kekebalan kepada tubuh amak dan mampu memutus rantai penularan penyakit.
“Seharusnya mereka ini contoh Bupati Mubar LM Rajun Tumada, jauh sebelumnya anaknya sudah di imunisasi,” pungkasnya.
Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman




