
Laworo, Inilahsultra.com – Rapat kerja ekspos pembahasan pinjaman daerah Rp 200 miliar di ruang sidang kantor DPRD Kabupaten Muna Barat, Selasa 6 November 2018, berlangsung alot.
Beberapa anggota dewan belum menyetujui rencana Pemkab Mubar untuk mengutang ke pusat investasi pemerintah (PIP).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Mubar Cahwan ini beberapa kali terjadi interupsi.
Anggota dewan meminta agar rencana ini dikaji dan dianalisa kembali.
“Kita butuh waktu untuk mengkaji lebih jauh seperti apa kerangka dan peruntukan pinjaman pemerintah daerah Mubar ini,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Mubar Munawir Dio, Selasa 6 November 2018.
“Sekali lagi kita butuh waktu yang cukup untuk mengkaji lebih jauh,” tambahnya.
Senada dengan Munawir, Wakil ketua DPRD Mubar Uking Djasa mengatakan akan mengkaji kembali rencana tersebut.
“Saya sepakat juga ini dengan pak Nawir, kita akan mencoba kaji kembali, yang harus dianalisa adalah pokok pinjaman, bunga, pengembalian berapa,” ungkapnya.
Ia mengaku, yang perlu dibicarakan adalah rasio uang yang dipinjam dan rasio uang yang akan dikembalikan dalam berapa tahun.
Uking berharap, pemda memberikan penjelasan kepada publik terkait hal ini.
“Apa yang sudah dipaparkan masih belum bisa untuk kita mengambil keputusan,” katanya.
Atas interupsi itu, pimpinan dewan, Cahwan mengambil keputusan untuk menskorsing.
“Rapat kerja ekpose rencana pinjaman dana masih ditunda dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat,” tutup Cahwan
Penulis : Muh Nur Alim
Editor : La Ode Pandi Sartiman




