
Laworo, Inilahsultra.com – Dalam setiap perhelatan pesta demokrasi, nama Sulawesi Tenggara sering disebut-sebut masuk wilayah zona merah.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Brigadir Jendral Polisi (Brigjen Pol) Iriyanto saat dalam kunjungan kerja perdananya di Mubar sebelumnya.
Salah satu daerah yang disebut itu adalah Kabupaten Muna. Dimana pada Pemilukada sebelumnya terjadi tiga kali pemungutan suara ulang (PSU) di wilayah Muna. Sehingga Sultra menjadi perhatian penuh nasional.
Tentu melihat kondisi itu, Muna tidak lepas dari Muna Barat. Dua kabupaten yang terpisah ini merupakan satu bagian dalam satu suku yaitu suku Muna.
Terhadap kondisi itu, Pemkab Muna Barat meyakini Pemilu 2019 akan aman.
“Kita pastikan, dalam pilpres dan pilcaleg ini tetap aman dan kondusif,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) Mubar, La Ode Andi Muna saat disambangi di kantornya, Kamis 8 Februari 2019.
Andi Muna mengatakan, untuk menjaga Kamtibmas, pihkanya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Danramil, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan konflik yang akan terjadi, Andi Muna menyebut akan terus meningkatkan program sosialisasi di masyarakat.
“Kita lakukan juga pemantauan, edukasi, pendekatan komunikasi dan pengawasan kepada masyarakat bersama toko adat dan beberapa Instasi terkait,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi Mubar saat sudah kondusif. Berkaca pada pilkada sebelumnya, Mubar adalah salah satu kabupaten yang dinyatakan damai dan tentram dalam menyukseskan pesta demokrasi.
“Olehnya itu, bagi siapa pun yang merasa mencintai, memiliki, mari kita bersama menjaga kemanan daerah ini. Jangan mengaku mencintai terus kemudian mencederai,” imbuhnya.
Untuk menciptakan kamtibmas, kembali kesadaran masyarakat itu sendiri.
“Waspadai dan jaga . Karena ini bisa saja terjadi kapan saja. Mari kita jaga keluarga, sekitar dan lingkungan,” pungkasnya.
Penulis : Muh Nur Alim




