Tiga Mahasiswa dan Dua Ibu-ibu Korban Bentrokan, Dirawat di Rumah Sakit

Korban bentrokan menolak tambang di Pulau Wawonii

Kendari, Inilahsultra.com – Demonstrasi penolakkan hadirnya tambang di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) berujung bentrok, Rabu 6 Maret 2019.

Polisi Pamong Praja Pemprov Sultra dibantu polisi terlibat saling lempar usai mendengarkan penjelasan Kepala Dinas ESDM Sultra Andi Azis.

Setidaknya, 7 orang warga dan tiga polisi terluka dalam kejadian ini.

-Advertisement-

Masyarakat yang jadi korban dilarikan di rumah sakit. Begitu juga polisi yang terluka di wajah dibawa ke klinik Polda Sultra.

Tiga mahasiswa yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit adalah Rizal Obama (24), Adi Manuru (25) dan Suyatno (18).

Tidak hanya itu, Ibu-ibu yang merupakan warga Wawonii juga terkena gas air mata dan water cannon.

Kepada Inilahsultra.com, Rizal Obama menceritakan, luka yang dialami pada kaki sebelah kiri akibat terkena tembakan gas air mata. Saat gas air mata itu gas air mata itu diarahkan kepadanya dengan jarak dekat.

“Tembakan gas air mata itu meledek pas di kakiku, saya ditembak dengan gas air mata jarak dekat, saya akhirnya jatuh terbaring,” ujar Rizal, Rabu 6 Maret 2019.

Sebelum bentrok terjadi, posisi Rizal sedang berada di depan massa.

“Saya terjatuh lalu teman-teman mengangkat dan dibawa saya ke rumah sakit, kemudian saya diantar di kos,” ucapnya.

Kata dia, selain mereka yang jadi korban, ada dua orang ibu-ibu juga dilarikan di Puskesmas Poasia karena pingsan usai menghirup gas air mata.

Di tempat terpisah, salah satu korban lainnya Adi Manuru masih terbaring lemas di Puskesmas Andonohu karena luka lebam pada sekujur tubuhnya.

“Badan saya kaku pak, rasa nyeri pada bagian perut karena bekas operasi,” ucapnya sambil memperlihatkan luka lebam di tubuhnya.

Untuk diketahui, aksi yang dibangun oleh Front Masyarakat Wawonii sebagai bentuk protes dan menolak adanya tambang. Massa aksi menuntut Gubernur Sultra Ali Mazi untuk segera mencabut 13 izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii.

Penerbitan IUP oleh pemerintah di Pulau Wawonii tentunya patut dipertanyakan. Sebab, banyak aturan yang telah dilanggar.

Saat mereka menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sultra, Satpol PP dan polisi sudah berjaga-jaga. Bahkan polisi sudah menyiapkan pasukan pengendali massa serta dua unit mobil water cannon.

Meski dihalau polisi, massa aksi berhasil masuk dalam halaman Kantor Gubernur Sultra. Selang beberapa menit kemudian bentrok tak terhindarkan.

Penulis : Onno
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments