Cerita Pasien Rumah Sakit Jiwa Kendari Mau Mencoblos

Erlina begitu antusias mendatangi TPS di RSJ Kendari. Ia mau menyalurkan hak pilihnya. (Pandi/Inilahsultra.com)

Kendari, Inilahsultra.com – Masa pencoblosan Pemilu 2019 dimulai sejak pukul 07.00 WITa, Rabu 17 April 2019.

Meski baru dibuka, antusias warga mulai terlihat datang mencoblos di beberapa TPS. Tak terkecuali Rumah Sakit Jiwa Kendari di TPS 4 Kelurahan Tobuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.

Di TPS ini terdata 142 pemilih ditambah enam orang warga pasien rumah sakit jiwa. Dari enam pasien RSJ Kendari, satu orang ditemui di sekitar TPS. Namanya Erlina (26).

-Advertisement-

Awalnya, ia tampak seperti orang normal pada umumnya. Namun, makin banyak bicara, semakin ngelantur.

Namun demikian, ia juga mengetahui pasti jadwal mencoblos untuk pemilih kategori DPTb.

“Saya ada kartu panggilanku. Tapi di kampung. Saya diarahkan memilih di sini (TPS RSJ). Saya nanti memilih jam 12 siang,” kata Erlina.

Ia bilang, saat ini dirinya tidak mengantongi KTP sebagai syarat untuk memilih bagi pemilih kategori DPTb. Identitas kependudukannya masih dipegang orang tuanya di Desa Poloro Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe.

“Katanya dokterku, mamaku datang dari kampung bawakan KTP-ku supaya saya bisa memilih di sini,” ujarnya.

Ia menceritakan, dirinya dirawat di RSJ sejak 4 hari yang lalu. Oleh keluarganya, menganggap dia telah mengalami gangguan kejiwaan usai kecelakaan di Poso Sulawesi Tengah.

“Tapi saya anggap diriku tidak masalah (gila). Hanya orang tuaku bawa saya di sini,” imbuhnya.

Sebagai warga negara Indonesia, kata dia, ingin sekali menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini.

Ia pun tidak ingin menyia-nyiakan hak pilihnya untuk memilih presiden dan wakil presiden, DPD dan DPR RI.

“Satu suara itu penting untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

“Saya tidak mau sia-siakan suara saya. Saya juga warga negara yang punya hak untuk memilih,” katanya meyakinkan.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments