Tumbangnya Incumbent dan Mantan Bupati dalam Perebutan Kursi DPD RI Dapil Sultra

Perolehan suara calon DPD RI Dapil Sultra

Kendari, Inilahsultra.com – Hal yang mengejutkan datang dari perolehan suara Pemilu 2019 untuk jenis pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Sultra.

Dari dua nama incumbent yang kembali tarung, semua harus tumbang. Mereka digantikan oleh pendatang baru dengan usia relatif muda.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra telah tuntas melakukan rekapitulasi perolehan hasil Pemilu 2019, tak terkecuali calon DPD RI Dapil Sultra.

-Advertisement-

Ada empat nama calon yang memperoleh suara terbanyak dan mendapatkan empat kursi yang telah disiapkan.

Secara berurutan, Andi Nirwana dengan perolehan suara terbanyak 130.124 suara.

Di tempat kedua, ada Amirul Tamim dengan perolehan 73.399 suara.

Di tempat ketiga anak mantan Bupati Muna Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan dengan perolehan 62.051 suara.

Kursi terakhir menjadi milik Dewa Putu Ardika Saputra 52.480 suara.

Di empat kursi ini, tak ada nama inkumbent seperti Yusran Silondae dan Wa Ode Hamsina Bolu.

Yusran yang juga mantan Wakil Gubernur Sultra berada pada peringkat 6 dengan perolehan 49.097 suara. Sedangkan Wa Ode Hamsinah Bolu berada di peringkat 8 dengan perolehan 40.697 suara.

Nama lain yang harus tersisih dari pertarungan kursi senator ini adalah beberapa mantan bupati dan wali kota. Yakni, mantan Bupati Muna LM Baharuddin, mantan Bupati Buton Utara Ridwan Zakariah dan mantan Wali Kota Kendari Masyhur Masie Abunawas.

LM Baharuddin hanya berada di peringkat ke 7 dan mampu mengumpulkan 41.528 suara. Sementara Ridwan Zakariah hanya mampu berada di peringkat 12 dengan raihan 32.602 suara.

Sedangkan mantan Wali Kota Kendari Masyhur Masie Abunawas berada satu tingkat di bawah Ridwan Zakaria, peringkat 13 dengan perolehan 30.065 suara.

Munculnya Energi Baru

Lolosnya Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan boleh dibilang mengejutkan. Usianya masih terbilang muda, 29 tahun. Namun, ia mampu menumbangkan dedengkot yang lama wara wiri di percaturan politik Bumi Anoa.

Sejak awal, putri Ridwan Bae ini banyak pihak meragukan dirinya. Sebab, lawan politiknya dengan empat kursi yang diperebutkan sangat muskil baginya untuk melawan. Namun, fakta politik itu lah adanya. Ia masuk 3 besar perolehan suara terbanyak.

Nama lain yang sangat tidak diperhitungkan adalah dr Dewa Putu Ardika Saputra. Meski sangat asing di belantara politik Sultra, ia mampu mengumpul 52.480 suara. Hal yang luar biasa bagi seorang pendatang baru.

Namun, bila melihat rekam jejaknya, Dewa adalah seorang dokter yang banyak berkelana di Sultra. Salah satunya di Konawe Kepulauan, atau Pulau Wawonii.

Ia merupakan alumni Universitas Udayana Bali dan kemudian merantau di Pulau Kelapa itu.

Selain di Wawonii, ia juga banyak memberikan sumbangsi tenaga dan profesinya di beberapa pulau lainnya di Sultra. Modal sosial yang berimplikasi pada keterpilihannya sebagai calon senator.

Selain hal itu, ia juga menjadi satu-satunya calon yang berasal dari Bali. Secara geo politik, ini menjadi salah satu daya tarik pemilih fanatiknya.

Andi Nirwana dan Amirul Tamim tak perlu dibicarakan lagi. Amirul sudah makan banyak “garam” soal politik di Sultra. Namanya masih laku untuk dipilih seiring dengan statusnya sebagai anggota DPR RI (saat ini) dan mantan Wali Kota Baubau.

Soal latar belakangnya sebagai mantan Wali Kota Baubau dan masih diharapkan duduk di senayan, dapat dibuktikan dengan perolehan suara yang begitu fantastis di Kota Mara itu. Sebanyak 35.084 hanya untuk di Baubau.

Sedang Andi Nirwana, adalah istri Bupati Bombana Tafdil. Dengan sumber daya yang dimiliki, ia menjadi kampiun hampir di seluruh kabupaten dan berhasil mengumpul 130.124 suara di 17 kabupaten atau kota.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments