Muna Terus Bersolek di Tangan Rusman Emba-Malik Ditu

Raha, Inilahsultra.com – Selama 2 tahun 7 bulan Rusman Emba bersama Malik Ditu memimpin Kabupaten Muna. Tentunya sederet prestasi dan pembangunan di segala bidang telah dilakukan.

Baik itu pembangunan infrastruktur jalan, penataan kota, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan sektor pertanian.

Rusman Emba ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini mengatakan, dalam aspek pembangunan selama kepemimpinannya telah melaksanakan selama 2 tahun anggaran.

-Advertisement-

Meski demikian, diakuinya ada sebagian misi visi yang belum terlaksana, namun dalam aspek perencanaan telah diselesaikan.

“Beberapa aspek yang telah dilaksanakan 2 tahun anggaran mulai
pengembangan pariwisata, penataan kota, bidang pertanian, hingga infrastruktur jalan,” jelasnya.

Rusman menyebutkan, pembangunan infrastruktur jalan telah dilakukan di beberapa wilayah baik di luar kota maupun dalam Kota Raha yang dianggarkan melalui DAK maupun DAU.

Mantan anggota DPD RI mengaku, semua pembangunan tidak bisa diukur dengan dua tahun saja. Kata dia, butuh waktu yang panjang untuk menyempurnakan pembangunan.

Terkai persoalan pasar, Rusman mengaku telah merencanakan pembangunannya, meski sempat tertunda.

“Tapi tahun ini akan diselesaikan. Kami juga telah berkomunikasi dengan pedagang akan ditempati selesai lebaran. Sebab akan diselesaikan dulu pengadaan listrik, rolling door (pintu) bahkan pembenahan atap sehingga memberi kenyamanan para pedagang,” tambahnya.

Untuk persoalan sampah, Rusman menuturkan telah mencoba beberapa kali memberikan kesadaran pada masyarakat agar menjaga kebersihan.

“Kadang pagi bersih, sore sudah ada tumpukan sampah, namun kami tetap memberikan kesadaran pada masyarakat agar menjaga kebersihan,” ucapnya.

Selain itu, faktor kurangnya armada pengangkut sampah. Saat ini yang beroperasi baru 8 unit, dan juga kurangnya tenaga kebersihan, mengakibatkan penanganan sampah belum sepenuhnya maksimal.

Pembenahan rumah sakit, Rusman menambahkan telah merencanakan akan dianggarkan melalui dana pinjaman. Akan tetapi, dana tersebut belum turun, sehingga akan kembali di anggarkan pada APBD Perubahan nanti.

“Persoalan rumah sakit hari ini mulai dikerja pembuatan pagar dan penataan halaman,” katanya.

Pembangunan jalan jadi prioritas Pemkab Muna.

Pembangunan Infrastruktur Jalan

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Inilahsultra.com melalui Plt Kadis PUPR, Eddy Uga merincikan keberhasilan pengaspalan jalan yang dilakukan di tahun 2018 melalui anggaran DAK/DAU tahun 2018 di atas Rp 1 miliar, diantaranya pembangunan jalan Laode Enda senilai nilai Rp 1 miliar, pengkerasan jalan Napalakura-Pentiro senilai Rp 1 miliar, peningkatan jalan Wakuru-Oelongko senilai Rp 1 miliar.

Kemudian, pemeliharaan jalan dalam dan luar kota Rp 1 miliar meliputi Jalan by pas jalan arena dayung dan lain sebagainya. Pembangunan jalan tugu pesawat senilai Rp 1 miliar, pelebaran simpang 3 Watopute senilai Rp 1,5 miliar, peningkatan jalan Mantobua-Kota Wuna senilai Rp 1 miliar, dan peningkatan jalan Kota Wuna-Laloea senilai Rp 1 miliar.

Selain itu, peningkatan jalan Lasehao-Laloea senilai Rp 4 miliar, peningkatan jalan Laloea-Lakologou senilai Rp 5 miliar, peningkatan jalan lorong Patimura senilai Rp 1,5 miliar, pemeliharaan jalan Sokawati senilai Rp 2,4 M, pemeliharaan berskala di Kabawo senilai Rp 2,7 miliar.

Selanjutnya, peningkatan jalan Sultan Syahrir pelebaran jalan dari Rp 4,5 miliar menjadi 11 Meter dengan anggaran Rp 11,1 miliar, peningkatan jalan Watopute-Matarawa senilai Rp 4,4 miliar.

Selain itu, peningkatan jalan Sarimulio-Tanjung Batu senilai Rp 3,8 miliar, peningkatan jalan Bone Tondo-Marobo senilai Rp 7,5 miliar, peningkatan jalan Perjuangan senilai Rp 3,3 miliar serta peningkatan jalan Labone-Wawesa senilai Rp 2,5 miliar.

Sementara pengaspalan yang dilakukan tahun 2017 meliputi peningkatan jalan lingkar kelurahan Laiworo senilai Rp 1 miliar, peningkatan jalan Sultan Syahrir senilai Rp 4 miliar, peningkatan jalan pelabuhan pelni Polres Muna senilai Rp 2,8 miliar, peningkatan jalan Waara-Mantobua senilai Rp 7,5 miliar.

Peningkatan jalan Bente-Lamonu senilai Rp 4,3 miliar, peningkatan jalan Lambiku-Berumenbe senilai Rp 5,1 miliar, peningkatan jalan Bahutara-Kabangka senilai Rp 6 miliar, peningkatan jalan Wakuru-Oempu senilai Rp 7 miliar.

Peningkatan jalan simpang tiga Pola-SMP 2 Kolese senilai Rp 8,4 miliar, peningkatan jalan pemancar senilai Rp 1,7 miliar, peningkatan jalan kantor daerah by pas Rp 11,5 miliar, peningkatan jalan Wasolangka-Lamonu senilai Rp 4,9 miliar, peningkatan jalan Wasolangka-Labulubulu senilai Rp 6 miliar. Peningkatan jalan Kulidawa senilai Rp 1,8 miliar, pemeliharaan jalan berkala Mantobua-Lohia senilai Rp 5,7 miliar, pemeliharaan jalan Waara-Maabodo senilai Rp 6,3 miliar.

Selanjutnya, ada pembangunan jembatan Bahari senilai Rp 2,4 miliar, dan pembangunan jembatan Maligano senilai Rp 800Juta.

“Panjang jalan Kabupaten Muna kurang lebih 900 KM, pak bupati selama menjabat sudah 300 KM diaspal. Tahun ini akan bertambah lagi,” tutur Eddy Uga.

Selain pembangunan infrastruktur dasar, Rusman juga telah mengembangkan budaya dengan membangun rumah adat.

“Untuk pengembangan budaya telah membangun rumah adat sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan kearifan budaya,” ungkapnya.

Rusman juga telah melakukan penataan kota. Misalnya saja, menata lapak pedagang di sekitaran by pas sehingga menghindari kekumuhan kota.

Ekspor jagung ke Makassar menggunakan tol laut melalui Pelabuhan Nusantara Raha.

Berhasil di Bidang Pertanian Lewat Produk Jagung Hibrida

Kabupaten Muna telah mengirim 14 kontainer jagung hibrida ke Makassar melalui kapal kontainer tol laut.

Berdasarkan data dari Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Anwar Agigi menjelaskan bahwa luas tanam jagung lokal mencapai 5.000 hektare sementara luas penanaman jagung hibrida (Jagung Kuning) untuk musim tanam Oktober-Maret 2018 seluas 2.465 Hektare.

“Yang menggembirakan memperdagangkan jagung kuning dengan disebut program Tapodaga (tanam, panen, olah dan perdagangkan). Dengan pola ini masyarakat sangat respon sehingga luas penanaman April-September mendekati 4000 hektare,” ujarnya.

Anwar menyebutkan, pengapalan telah dilakukan beberapa kali sebanyak 560 Ton lebih. “Ini telah masuk di pabrik, namun produksi jagung keseluruhan Kabupaten Muna mencapai 20.000 ton,” imbuhnya.

“Ke depan kita rencanakan pengiriman menggunakan tol laut yakni jambu mente, kopra, kacang tanah. Ini sementara konsolidasi mau dibawah kemana dan siapa yang beli. Hal ini dilakukan untuk menjabarkan visi misi pak bupati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pertanian,” tegasnya.

Penataan lokasi wisata Gua Liangkabori. Obyek wisata purba yang ada di Kabupaten Muna diharapakan bisa menyumbang PAD.

Pengembangan Potensi Wisata

Rusman Emba memberi perhatian serius terkait pengembangan destinasi wisata. Terbukti tahun 2018 lalu, ia menganggarkan pengembangan potensi wisata melalui DAK kurang lebih Rp 1,8p miliar.

Membangun rumah adat di Kabupaten Muna sebagai bentuk menunjukkan identitas daerah.

“Pengembangan destinasi wisata di Meleura senilai Rp 529 Juta, pengembangan objek wisata Liangkabori senilai Rp 371 Juta, pengembangan wisata Towea Rp 500 juta maupun pengembangan wisata puncak Wakila Rp 127 juta,” tandas Plt. Kadis Pariwisata Muna, Amiruddin Ako.

Penulis : Iman

Facebook Comments