Bank Indonesia Dorong Pengembangan Tenun Tradisional Masalili Muna

162
Ketua Dekranasda Sultra, Agista Ariany Ali Mazi membuka Fashion Show Busana Muslimah Tenun Masalili dihelat BI Sultra.

Kendari, Inilahsultra.com – Pesona alam yang terbentang indah dan kekayaan budaya yang beragam menginspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara untuk terus berkreasi mengembangkan kesenian dan kerajinan tangan. Salah satu bentuk kerajinan tangan yang mengemuka di Sultra adalah tenun.

Di Bumi Anoa, tenun memiliki motif yang beragam sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Setiap pola yang ada memiliki sejarah, cerita dan makna yang kaya dibaliknya.

- Advertisement -

Salah satu daerah penghasil tenun terbaik Sulawesi Tenggara adalah Desa Masalili. Terletak di Kabupaten Muna, sebagai desa yang memiliki penduduk sebanyak 1.313 jiwa dari 353 kepala keluarga, Desa Masalili memiliki ±250 perempuan yang memiliki keterampilan dan berprofesi sebagai penenun.

Kegiatan menenun sudah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh ibu-ibu maupun gadis-gadis di Desa Masalili. Sejarah yang ada dipadukan dengan perkembangan jaman membuat tenun Desa Masalili terus diminati oleh masyarakat di Kabupaten Muna bahkan Provinsi Sultra.

Pemerintah Kabupaten Muna sendiri telah menetapkan Desa Masalili sebagai salah satu destinasi pariwisata kerajinan kain tenun melalui pengembangan program Kampung Tenun.

Melihat potensi yang ada, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan berbagai pihak terkait bekerja sama untuk memberdayakan wanita Masalili untuk mengembangkan tenun Masalili sebagai kekuatan ekonomi lokal.

Pengembangan ini bertujuan agar tenun Masalili dapat memberi dampak dan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat. Dengan pengembangan tenun Masalili, diharapkan agar kearifan lokal dapat lebih dikenal dan diteriman oleh masyarakat yang lebih luas sehingga keragaman budaya Sulawesi Tenggara berupa tenun dapat menambah warna di level nasional maupun internasional.

Sebagai langkah konkrit, pada bulan Oktober 2018 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama-sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muna, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muna, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna serta PT. BPD Sulawesi Tenggara Cabang Raha telah menandatangani MoU Local Economic Development – Pengembangan Tenun Masalili di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. MoU tersebut mencakup antara lain sisi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas, motif, desain dan pemasaran.

Baca Juga :  Masuk Zona Merah, Polres Muna Turunkan 700 Personel Amankan Pemilu

Berbagai kegiatan sendiri sudah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pengembangan tenun Desa Masalili.

Berikut sederat program pengembangan tenun Masalili yang disupport oleh BI : pelatihan penguatan kelembagaan, pelatihan peningkatan kualitas, motif dan desain oleh desainer nasional, pengikutsertaan tenun Masalili pada kurasi internasional yang hasilnya kain tenun Masalili lolos kurasi dan layak dijual hingga pasar internasional.

Berikutnya adalah mengikutsertakan kain Masalili pada pameran-pameran skala nasional. Diantaranya Karya Kreatif Indonesia tahun 2017 dan 2018 di Jakarta, Festival Ekonomi Syariah (Fesyar 2018) di Balikpapan dan Gebyar UMKM 2018 di Kendari, bekerjasama dengan pakar tenun sekaligus desainer senior Bapak Wignyo Rahadi untuk pengembangan kualitas, motif, desain, pengembangan produk dan pemasaran.

Lebih jauh, sebagai salah satu langkah memperkenalkan tenun Masalili ke masyarakat yang lebih luas, Kantor Perwakilan BI Sultra menyelenggarakan fashion show  busana muslimah menggunakan produk tenun Masalili di Rumah Makan Kampung Bakau Kendari, 21 Mei 2019.

“Busana yang digunakan dalam fashion show menggunakan tenun Masalili sebagai bahan utama dan dirancang langsung oleh Ketua TP PKK Sultra, Agista Ariani Ali Mazi, Bpk Wignyo Rahadi, Ibu Irma Intan dan desainer Dekranas Kabupaten Muna,” terang Kepala BI Sultra, Suharman Tabrani.

“Penggunaan tenun dalam lomba busana dan fashion show tersebut diharapkan kekayaan tenun Masalili dapat diterima pasar yang lebih luas,” sambut Subhan.

Sebagai upaya lebih lanjut, Kantor Perwakilan BI Sultra merencanakan akan memberikan bantuan berupa alat tenun bukan mesin (ATBM), mesin jahit dan alat-alat tenun lainnya kepada pengrajin tenun di Desa Masalili.

Penulis : Siti Marlina

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here