
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), mendukung 100 persen penggunaan atau pemanfaatan aspal Buton ditingkat nasional.
Hal ini dikatakan Gubernur Sultra Ali Mazi usai peringatan HUT Ke-XVI Pasarwajo, sebagai ibu kota Kabupaten Buton, Senin 10 Juni 2019.
Dia menjelaskan, perkembangan percepatan penggunaan aspal Buton secara nasional sudah dilakukan. Tinggal pertemuan sekali lagi bersama-sama Bupati Buton La Bakry pada Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman untuk memastikan kelanjutan penggunaan aspal Buton.
“Saat ini tinggal pertemuan sekali lagi, tinggal pertemuan bersama Bupati Buton (La Bakry) dan Kementerian Kemaritiman,” ujar Ali Mazi.
Dia mengatakan, deposit atau kandungan aspal Buton sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Bahkan hingga 100 tahunpun tidak akan habis. Sehingga hal itu yang meyakinkan pemerintah Pusat. Selain itu kualitas aspal Buton lebih baik dibanding aspal minyak yang selama ini digunakan dan diimpor dari luar negeri.
Untuk mendukung pemanfaatan aspal Buton itu, lanjut dia, rencananya akan dibangun industri di Buton. Industri pengolahan aspal itu akan dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) sehingga bisa mendatangkan pendatapan bagi daerah. Pendapatan itu akan digunakan untuk mesejahterakan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Buton La Bakry mengatakan, pengelolaan aspal Buton akan diupayakan dikelola Perusda. Sehingga daerah akan memperoleh pendapatan dari pemanfaatan aspal Buton.
Dia berharap satu atau dua tahun kedepan aspal Buton sudah digunakan di seluruh Indonesia. (ADV)
HUT Pasarwajo, Momen Menyelesaikan Konflik Sosial

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Ali Mazi menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasarwajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton ke XVI di Lapangan Upacara Kantor Bupati Buton di Takawa, Senin 10 Juni 2019.
Dalam sambutannya, Ali Mazi mengatakan, peringatan HUT Pasarwajo ini masih dalam suasana duka. Dua desa di Kecamatan Siontapina, Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya terlibat konflik sejak tanggal 5 Juni 2019 lalu.
Ali Mazi mengajak semua warga agar saling memaafkan. Semua warga tetap merekatkan persatuan dan persaudaraan ditengah dinamika konflik persaudaraan antar sesama warga masyarakat Kabupaten Buton.
Kata dia, sebagai pimpinan wilayah, dirinya sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi di Kecamatan Siontapina itu. Apalagi banyak warga kehilangan tempat tinggal dan hartanya.
“Saya ajak tokoh agama, parabela (kepala adat), tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemerintah untuk duduk bersama menyelesaikan konflik sosial ini,” pintanya.
Dia juga meminta agar semua pihak turut mendoakan warga yang bertikai serta pemimpinnya agar diberi petinjuk jalan yang lurus dalam mewujudkan masyarakat aman, maju, sejahtera, dan bermartabat.
“Saya ajak semua marilah bersatu jangan ada sekat-sekat. Sepanjang sejarah suku yang ada di Buton ini hanya satu namanya suku Buton. Janganlah kita membonsai diri kita dengan perbedaan suku-suku,” ujarnya.
Ali Mazi menegaskan, sepanjang sejarah tidak pernah membaca ada suku Laporo dan Ciacia. Justeru yang ada adalah suku Buton. Makanya dia meminta agar menghilangkan istilah suku Laporo dan suku Cia-cia karena yang ada hanya suku Buton.
“Jangan kerdilkan diri kita dengan suku-suku. Itulah harapan saya sehingga tidak terjadi lagi pertikaain sesama warga. Masih banyak kerjaan, Buton kaya potensi, mari kita bangun bersama,” pintanya. (ADV)
Membina Kerukunan, Menjaga Persatuan

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Wakil Bupati (Wabup) Buton Iis Eliyanti meminta agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap semangat dalam menjalankan tugas. Selain itu, kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga meminta kepada seluruh warga agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Penegasan itu disampaikan Iis ketika menghadiri acara Halal Bihalal dan ramah tamah Hari Ulang Tahun (HUT) Pasarwajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton ke 16 di Aula Wakaka, Senin 10 Juni 2019.
Iis menyampaikan permintaan maaf Bupati Buton La Bakry yang tidak dapat mengikuti Halal Bilhalal. Pasalnya La Bakry dalam perjalanan mengantar Gubernur Sultra Ali Mazi ke Kendari.
“Mewakili Pemda saya mengucapkan Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir batin,” ujarnya.
Iis mengingatkan kepada seluruh warga agar saling memaafkan. Pasalnya, dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan mungkin saja ada pelayanan yang tidak maksimal yang dilakukan bupati, wakil bupati, Sekda dan jajaran.

“Mari kita jaga harmonisasi. Kita sudah mensucikan diri, maka jangan sampai yang terikat diurai lagi. Jangan lagi terpecah belah oleh keadaan. Mari kita sama menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Bangun lagi silaturahim,” pesannya.
Kata dia, warga tidak perlu sungkan jika ada hal yang ingin didiskusikan atau disampaikan kepada pemerintah. Pasalnya, tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan.
Menurut Iis, pelaksanaan program pemerintah saat ini terus berjalan sesuai arah dan kebijakan pemerintah. Untuk itu, tokoh agama, pemuda dan seluruh masyarakat harus saling bergandengan tangan menciptakan masyarakat Buton yang berbudaya dalam membangun daerah.
“Kedepannya bersama bupati akan terus melayani seluruh masyarakat Kabupaten Buton. Semua jajaran OPD tidak ada orang bupati, orang wakil, atau orang sekda. Kita satu kesatuan dalam lingkup Pemda Buton. Kita jalin persaudaraan, jangan terpengaruh dengan orang yang ingin menghasut,” pesannya.
“Kita harus semangat untuk membangun daerah ini. Dengan adanya Halal Bihalal ini merupakan jalan silaturahim,” paparnya. (ADV)




