
Labungkari, Inilahsultra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buteng menanggarkan Rp 5 Miliar lebih untuk menangggung biaya berobat warganya.
Plt Kadis Kesehatan Buteng Kasman mengatakan, biaya kesehatan masyarakat tersebut dibayarkan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buteng tahun 2019 sebesar Rp 5 Miliar lebih,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 16 Juli 2019.
Iuran BPJS Kesehatan sebesar itu, lanjut Kasman, untuk membiayai pengobatan 20.000 warga miskin yang telah memiliki kartu BPJS Kesehatan.
“Tiap bulannya kita melakukan pembayaran di BPJS Kesehatan sekitar Rp 460 Juta, untuk 20.000 warga miskin,” urainya.
Menurut Kasman, jumlah warga miskin di Buteng belum terdata dengan jelas. Sehingga pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi teknis yang mengelola data tersebut sehingga bisa dimasukan dalam bantuan BPJS Kesehatan.
“Ini komintem pimpinan daerah untuk mengkafer semua warga miskin agar mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, tidak menutup kemungkinan kita harus sesuaikan dengan kemampuan daerah,” jelasnya.
Sementara, Direktur RSUD Buteng dr Kariyadi mengungkapkan, meski RSUD belum menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS masih dilayani oleh puskesmas masing-masing.
RSUD Buteng saat ini terkendala dengan akreditasi rumah sakit yang merupakan syarat kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Kita belum bisa kerjasama dengan BPJS kendalanya akreditasi RSUD Buteng. Namun untuk pengusulan akreditasi kita sudah lakukan, rencananya bulan November tim akreditasi akan turun,” tutupnya.
Reporter: LM Arianto




