Rusman dan Abu Hasan Belum Pasti Dapat Pintu PDI Perjuangan di Pilkada 2020

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. (Antara foto)

Kendari, Inilahsultra.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akan menggunakan survei dalam menentukan calon yang akan direkomemdasikan ke DPP untuk tampil dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 nanti.

Wakil Divisi Bidang Kaderisasi DPD PDIP Sultra Agus Sana’a mengatakan, di PDIP sebagai partai terbuka memberikan seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik bangsa untuk berkompetisi mendapatkan rekomendasi partai.

Menurutnya, PDI Perjuangan selalu mengacu pada survei.

-Advertisement-

“Siapa elektabilitas paling tinggi dan diyakini bisa memenangkan pertarungan, maka itu bisa direkomemdasikan partai untuk maju sebagai calon kepala daerah,” kata Agus Sana’a, Jumat 19 Juli 2019.

Agus menjelaskan, jika ada kader yang berkompetisi, pastinya akan diprioritaskan. Hanya saja, jika hasil survei non kader mendapatkan elektabilitas 25 persen dan kader mendapatkan 20 persen, maka partai akan mempertimbangkan mendukung kadernya.

“Tapi kalau jarak survei itu terlalu jauh, misalnya 40 persen non kader dan 20 persen kader, maka pasti PDIP akan merekomendasikan non kader yang mendapatkan survei tinggi,”
kata Agus Sana’a.

Syarat ini, lanjut Agus, juga berlaku bagi kader PDI Perjuangan yang saat ini menjabat kepala daerah seperti Bupati Muna LM Rusman Emba dan Bupati Buton Utara Abu Hasan.

“Untuk kader partai Rusman Emba dan Abu Hasan yang saat ini menjadi kepala daerah tidak akan menjamim dalam pilkada nanti akan didukung kembali, yang dilihat dari tingkat elektabilitas kepuasaan masyarakat dengan pemerintahan saat memimpin. Kalau elektabilitasnya dan tingkat kepuasaan masyarakat rendah, maka partai akan mengambil keputusan lain,” jelasnya.

Dukungan untuk Pilkada Muna dan Butur, sebut Agus, mekanismenya akan melalui penjaringan DPC.

Pengurus tingkat kabupaten ini akan membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun untuk mendapatkan pintu partai. Tentunya, hal ini juga berlaku bagi lima daerah lainnya yang menggelar Pilkada 2020.

“Nanti DPD melakukan penyaringan. Hasil dari penyaringan DPD ini akan diserahkan ke DPP yang akan memutuskan dengan berbagai proses dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengusung satu pasangan calon kepala daerah, PDI Perjuangan harus berkoalisi dengan partai lain.

“Makin banyak pendukung makin besar peluang untuk menang, karena kalau sendiri juga kita pasti akan menghadapi banyaknya partai yang mendukung calon lain,” tutupnya.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments