Enam Pebalap Sultra Siap Berlaga di Kualifikasi Pra-PON di Bogor

492
Sultra target loloskan emam pebalapnya di ajang Pra-PON di Bogor Jawa Barat. (Pandi/Inilahsultra)

Kendari, Inilahsultra.com – Enam pebalap asal Sulawesi Tenggara bersiap menjalani seleksi Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Sirkuit Sentul Bogor Jawa Barat.

Keenam pebalap asal Sultra itu adalah Handi Tuahatu dan Tedy Tuahatu dari Kabupaten Muna dan Yudi Prayoga dari Kota Baubau. Ketiganya akan turun pada kelas senior atau seeded.

- Advertisement -

Tiga lainnya akan turun pada kelas pemula yakni, Arbiansyah Tombili (17) asal Kendari, Muh Riszkiawal (15) asal Kolaka dan La Ode Muh Sevyan (15) asal Muna.

Kabid Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra Erwin Randalaju mengaku, persiapan keenam pebalap ini sudah mencapai 80 persen.

                       

Rencananya, kualifikasi akan digelar pada 11 September sampai 12 September 2019 di Sirkuit Sentul Bogor.

“Jadi mereka akan berangkat pada 8 September 2019. Artinya, ada dua hari mereka untuk belajar pengenalan sirkuit itu sebelum turun balapan,” jelasnya di Sekretariat IMI Sultra, Sabtu 7 September 2019.

Khusus kelas seeded, akan turun pada dua nomor yakni, beregu dan perorangan.

Ia menyebut, peluang Sultra untuk kembali meloloskan pebalapnya di PON Papua 2020 nanti cukup lebar. Sebab, berkaca pada PON sebelumnya, Sultra menempatkan dua racernya di pentas olahraga tertinggi di Indonesia itu.

“Semoga bisa memberikan yang terbaik dan bisa lolos ke PON 2020 di Papua. Kami juga butuh doa dan dukungan masyarakat Sultra,” jelasnya.

Menurutnya, baik di kelas seeded maupun pemula, punya kans yang sama bisa lolos PON. Khusus pemula, sudah ada yang pernah berlaga di level kejurnas.

“Bahkan, ada satu pebalap kita kelas pemula dia poin tertinggi di region lima,” bebernya.

Baca Juga :  Gedung Latihan Menembak Perbakin Baubau Diresmikan

Dalam seleksi PON ini, sudah ada 24 provinsi yang mendaftarkan diri. Hal itu diketahui ketika mereka sudah membeli motor sebagai tunggangan saat balapan nanti.

Untuk bisa lolos PON, pebalap harus masuk dalam 16 besar. Bila menilik prestasi selama ini, keenam pebalap Sultra itu bisa lolos PON 2020 nanti.

“Semua pebalap diharapkan masuk 16 besar,” harapnya.

Terhadap biaya lembinaan atlet balapan itu, kata dia, sebagian bersumber dari KONI Sultra. Hanya saja, jumlahnya tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab ketua kami pak Anton Timbang demi keberlangsungan IMI ke depan. Setiap even, pak Anton Timbang selalu memberikan sumbangsi yang nyata,” katanya memuji.

Kebutuhan materi dalam perhelatan even ini cukup besar. Selain biaya untuk operasional atlet, IMI juga harus membeli motor untuk digunakan saat balapan nanti.

Sebab, membeli motor di Jakarta merupakan salah satu prasyarat kesiapan daerah mengikuti seleksi PON.

Selain itu, tim juga harus membeli motor untuk digunakan saat latihan sebelum pertandingan.

“Alhamdulillah, kita sudah dapat satu motor untuk latihan nanti,” imbuhnya.

Di seleksi PON nanti, selain mengirim enam atlet, juga akan diberangkatkan empat official.

“Jadi totalnya semua 10 orang,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...