
Kendari, Inilahsultra.com – Aksi damai yang digelar ribuan mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra berlangsung ricuh.
Polisi dan mahasiswa terlibat bentrok sekira pukul 13.25 WITa.
Awalnya, demonstrasi berlangsung damai. Ribuan mahasiswa berkumpul di jalan depan gedung DPRD Sultra. Hanya saja, saat mahasiswa hendak memaksa masuk, polisi akhirnya menembakkan water canon.
Siraman air itu dibalas lemparan batu dan kayu. Namun, polisi membalas dengan tembakkan gas air mata. Ribuan mahasiswa berhamburan menyelamatkan diri.
Bentrokan antara mahasiswa dan polisi masih berlangsung. Polisi terus menembakkan gas air mata kepada ratusan mahasiswa.
Berdasarkan data yang diperoleh Inilahsultra.com di lapangan, mahasiswa dan masyarakat menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, menolak RUU permasyarakatan, menolak RUU minerba, hentikan pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, setop miloterisme di Tanah Papua, dan bebaskan tahanan politik.
Tak hanya itu, mereka juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap upaya pelemahan KPK melalui revisi undang-undang.
Ketua BEM UHO Maco menyebut, DPR RI dan Pemerintah adalah otak dari kegaduhan dan lahirnya sejumlah RUU yang merugikan rakyat.
“Rancangan undang-undang KUHP yang baru ini bisa mengancam demokrasi dan kebebasan berpendapat rakyat,” kata Maco.
Untuk itu, seluruh mahasiswa di Sultra meminta agar Presiden Jokowi dan DPR RI mencabut seluruh rancangan undang-undang bermasalah itu.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




