
Raha, Inilahsultra.com – Bupati Muna, LM Rusman Emba berencana di tahun 2020 mendatang akan membangun gedung monumental di kawasan pengembangan kota yang terletak di kawasan Desa Motewe Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.
Kawasan Motewe yang berdekatan dengan kawasan Kota Raha membuat Rusman Emba melakukan melakukan penimbunan laut.
Banyak publik yang mengkritik hingga mengatakan penimbunan laut di kawasan Motewe tidak berdampak untuk masyarakat.
Namun bagi Rusman, tujuan pembangunan gedung satap dengan kapasitas hingga 3.000-an orang itu akan ada gedung olahraga.
Rusman Emba yang ditemui ruang rapat di Galampano, Kamis 10 Oktober 2019 menjelaskan, pengembangan kota Motewe merupakan suatu pelebaran kota dengan tujuan mendirikan bangunan monumental yang representatif.
“Di sana (Motewe) akan membangun bangunan monumental dengan tujuan agar kegiatan-kegiatan regional maupun provinsi bisa dilaksanakan di gedung serba guna,” jelasnya.
Rusman mengatakan, di Kabupaten Muna, gedung yang representatif itu hanya Gedung Galampano yang kapasitasnya maksimal 600 orang.
“Kalau bangunan satap ini kapasitasnya akan mencapai 3.000-an,” ucapnya.
Mantan senator DPD RI ini menyebutkan, pembangunan gedung satap dan stadiun diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar.
“Kita mengandalkan pembangunan di kawasan Motewe sebab berada di tengah-tengah laut kota Raha,” ujarnya.
Rusman melanjutkan, tidak ada kota tanpa ada bangunan yang monumental. Untuk itu, ia memulai pembangunannya di tahun 2020.
“Pembangunan bangunan monumental telah melakukan komunikasi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Sama halnya dengan stadion Paelangkuta yang dibangun tahun 70-an sudah tidak representatif lagi. Sebagai gantinya, akan dibangun kembali di kawasan Motewe.
Ia menuturkan, prasyarat pembangunan gedung serba guna telah dipenuhi semua termasuk Amdal dan berharap semua syarat tahun ini dipenuhi.
Rusman menepis bahwa penimbunan pantai Motewe mangkrak. Menurutnya, setiap tahunnya selalu dianggarkan.
“Progres pembangunan di kawasan Motewe ada, cuma sistem administratif yang belum rampung, yang kemudian juga tidak bisa dianggarkan satu kali, harus pelan-pelan, dan tahun ini segala administrasi pengembangan kota akan dituntaskan,” jelasnya.
Pembangunan yang fudumental ini tidak hanya berharap di APBD namun lebih berharap bantuan pusat sehingga ini yang ia kejar.
Selain itu, di tahun 2020 Pemda Muna merencanakan konsep pariwisata dengan harapan menjadi ikon Muna.
“Kalau rencana pembangunan konsep wisata yang berada dalam kota tercipta akan menjadi ikon Muna sebab di Warangga akan membangun taman kota namun terlebih akan membangun jalan dua jalur dengan tetap mempertimbangkan aspek pemanfaatannya,” sambungnya.
Dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan pramuka. Jadi di taman kota ini akan turut menjadi kegiatan perkemahan pramuka.
Penulis : Iman Supa




