Rajab Jinik Reses Perdana, Warga Sekitar Kampus UHO Keluhkan Keamanan

245
Rajab Jinik menggelar reses di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari. (Pandi)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota DPRD Kota Kendari LM Rajab Jinik menggelar reses perdana di daerah pemilihannya di Lorong Damai Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari atau tepatnya di sekitaran kampus baru Universitas Halu Oleo Kendari, Jumat 22 November 2019.

-Advertisements-

Selain masuk wilayah daerah pemilihannya, warga yang bermukim di sekitar kampus sangat penting didengar aspirasinya karena daerah ini sering disematkan banyak tindakan kriminal atau premanisme.

Benar saja, beberapa warga yang menghadiri reses mengeluhkan soal keamanan dan kenyamanan di sekitar kampus yang sering terjadi tindakan kriminal.

Selain masalah premanisme, warga juga mengeluhkan adanya sampah yang dibuang sembarangan di depan kampus.

Terhadap aspirasi itu, politikus Golkar ini mengungkapkan, di resesnya perdana ini sejatinya dihadiri oleh perwakilan polisi dan TNI. Hanya saja, kata dia, kedua perwakilan lembaga keamanan itu tak hadir.

“Saya sudah mengundang juga mereka. Tapi mereka tidak hadir. Saya juga kecewa. Padahal, persoalan keamanan di wilayah kampus ini perlu kita bicarakan bersama,” kata Rajab.

Menurut Rajab, dalam mewujudkan kenyamanan sekitar kampus, dibutuhkan peran semua pihak, termasuk mahasiswa.

“Semua pihak harus dilibatkan soal ini,” katanya.

Ia melanjutkan, soal keamanan dan kenyamanan warga sudah menjadi tanggung jawab kepolisian.

Jika tindakan kriminal di sekitar kampus dibiarkan terus, maka akan mencoreng nama baik daerah itu yang dikenal dengan sekumpulan warga terdidik.

“Kalau dibiarkan terus, maka tidak baik bagi daerah ini padahal selama ini kampus dikenal sebagai laboratorium pendidikan,” jelasnya.

Ia menduga, premanisme yang terjadi di sekitar kampus tidak dilakukan mahasiswa melainkan oknum warga yang sengaja membuat keributan di sekitaran kampus.

“Saya yakin itu bukan mahasiswa karena mahasiswa itu terdidik. Mereka itu hanya datang dan tinggal di sekitaran kampus,” bebernya.

Ia berharap, polisi menindak tegas pelaku kriminal di kampus yang sudah meresahkan.

“Perlu diingat, mahasiswa itu bukan preman. Jika ada preman, maka harus ditindak tegas,” tekannya.

Untuk meminimlisir tindakan kriminal di area kampus, Rajab menyebut, pembuatan lampu jalan di sepanjang Jalan HEA Mokodompit telah dialokasikan di APBD 2019.

“Sekarang tinggal dikerjakan. Untuk pembangunan lampu jalan di lorong-lorong juga akan saya perjuangkan untuk dialokasikan,” janjinya.

Minimnya penerangan di area kampus, menambah kesan seram di wilayah tersebut.

Belajar dari tempat studinya di Universitas Indonesia, Rajab menyebut warga di sekitar kampus tersebut merasakan kenyamanan dan keamanan.

“Mau jalan tengah malam sampai jam 5 subuh, masih aman. Karena keamanan di sana dijamin,” katanya.

Menyangkut sampah yang dibuang sembarangan, Rajab akan berkomunikasi dengan dinas terkait termasuk camat dan lurah setempat.

Menurutnya, soal sampah ini bukan hanya masalah di sekitar kampus baru melainkan di Kota Kendari secara umum.

“Nanti kita akan bicarakan dengan pemerintah soal ketersediaan lahan untuk tempat sampah di area sini,” beber Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini.

Selain kedua masalah ini, warga juga menyuarakan soal ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Penulis : Pandi

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...