
Kendari, Inilahsultra.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat Kota Kendari mengalami deflasi pada November 2019 sebesar 0,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 132,28.
Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 25 kota tercatat deflasi dan 57 kota tercatat inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Tanjung Pandan (Provinsi Bangka Belitung) 1,06 persen dengan IHK 146,21 dan deflasi terendah tercatat di Denpasar (Provinsi Bali) dan Batam (Provinsi Kepulauan Riau) masing-masing 0,01 persen dengan IHK masing-masing 133,54 dan 137,96.
“Deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,67 persen,” tulis BPS Sultra dalam situs resminya dikutip Kamis 5 Desember 2019.
Meski terjadi penurunan harga di sektor bahan makanan, namun terdapat kelompok yang mengalami kenaikan yaitu kesehatan 0,17 persen.
Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masing-masing 0,16 persen. Lalu, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen; sandang 0,04 persen.
“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan/relatif stabil,” bebernya.
Beberapa jenis komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso, layang/ benggol, rambe, cumi-cumi, kacang panjang, bawal, ekor kuning, tembang, daun singkong dan katamba.
“Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah tomat buah, cabai rawit, tomat sayur, kontrak rumah, semen, upah pembantu, kangkung, daging ayam kampung, bawang merah, dan rokok kretek filter,” tutupnya.
Editor : Pandi
Sumber : BPS Sultra




