
Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sultra Bersatu kembali menggelar demo meminta pengungkapan kasus meninggalnya dua mahasiswa Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), Kamis 5 Desember 2019.
Mereka mendatangi gedung DPRD Sultra agar lembaga perwakilan rakyat ini segera bersikap dan mendorong pengungkapan kasus berdarah 26 September 2019 lalu.
Koordinator aksi, Yudin mengatakan, kasus penembakan dua mahasiswa tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Sebab, kasus meninggalnya Randi tidak berhenti dengan penetapan tersangka dari satu oknum kepolisian. Lebih dari itu, ia mendesak agar perlu diungkap aktor lainnya.
Selain kasus Randi, mereka juga mempertanyakan pengungkapan meninggalnya Yusuf Kardawi. Sebab, hingga saat ini, polisi belum menyebut siapa yang menyebabkan mahasiswa DIII Vokasi Teknik Sipil Universitas Halu Oleo itu meninggal dunia dengan luka retak di kepala.
“DPRD Sultra sudah berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami mendesak agar DPRD Sultra untuk secepatnya mendorong penuntasan kasus ini,” katanya di gedung DPRD Sultra.
Sementara itu, Rahman Manangkiri menyebut, kasus ini sudah hampir tiga bulan berlalu namun belum ada tanda keseriusan dari polisi untuk mengungkap kasus ini.
Pencopotan Kapolda Sultra Brigjen Pol Irianto bagian dari fakta bahwa kasus penembakan mahasiswa oleh polisi terstruktur.
“Penembakan adalah pelanggaran ham berat dan meminta pertanggungjawaban penegak hukum. Perlu ditahu siapa yang menginstruksikan dan yang memerintahkan dilakukan penembakan menggunakan peluru tajam,” katanya.
Berdasarkan aturan pengamanan aksi, polisi tidak dibolehkan membawa senjata api. Namun faktanya, di lokasi bentrokan, ada beberapa orang kena luka tembak.
Yakni, Randi terkena peluru di dada kiri tembus dada kanan. Kemudian, Putri yang juga warga sekitar lokasi demo terkena peluru di betis serta Oksa mahasiswa Teknik yang terkena peluru di lengan kanannya.
Sedangkan Yusuf, menurut polisi, meninggal akibat benda tumpul. Namun berdasarkan fakta video dan investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yusuf kena tembak hingga kepalanya retak.
Untuk itu, mahasiswa mendesak agar DPRD Sultra segera membentuk tim gabungan pencari fakta mengungkap secara terang kasus meninggalnya dua mahasiswa.
Penulis : Pandi




