
Kendari, Inilahsultra.com – Baru genap satu bulan dua hari, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir kembali melakukan mutasi dan rotasi sebanyak 171 pejabat mula dari pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, lurah, pejabat pengawas, kepala sekolah, kepala puskesmas, pejabat fungsional perencana Pemerintah Kota Kendari di Taman Kota, Jumat 3 Januari 2020.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, pelantikan yang dilakukan telah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Lanjutnya, dalam perombakan jajarannya, tidak ada yang namanya lobi-lobi apalagi ada isu jual beli jabatan untuk mendapatkan satu jabatan.
“Saya minta kepada masyarakat dan juga aparatur sipil negara (ASN), untuk melapor kepada saya apabila ada oknum pejabat atau pihak tertntu yang diketahui melakukan praktik jual beli jabatan di Pemkot Kendari,” ujar Sulkarnain
Orang nomor satu di Kota Kendari itu menegaskan, dalam perombakan birokrasi yang dipimpinya tidak mengenal istilah lobi melobi dan jual beli jabatan. Semuanya dilakukan secara terbuka, bersifat transparan dan berdasarkan kinerja.
“Kalau ada oknum pejabat yang mengimingi-imingi uang demi mendapatkan promosi jabatan, jangan sungkan-sungkan untuk lapor ke saya agar diberikan efek jera,” tegasnya.
Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di Kota Kendari menegaskan, apabila ada pejabat Pemkot Kendari yang bermain -main dan ketahuan memproleh jabatan dari hasil jual-beli jabatan. Maka lanjut Sulkatnain, tidak akan segan-segan mencopot dari jabatannya.
“Saya tak akan segan-segan membatalkan jabatan yang didapatkan, meskipun pejabat tersebut sudah diangkat saya akan tetap berhentikan dari jabatannya,” tegasnya.
Menurut bekas pasangan Adriatma Dwi Putra (ADP) dalam Pilwali ini, jual beli jabagan dapat merusak motivasi kerja, yang dapat berakibat dengan kinerja asal-asalan dalam Pemkot Kendari.
“Saya berani ngomong begini, karena jual beli jabatan oleh pejabat tidak menjamin kinerja sesuai dengan yang kita harapkan. Jangan sampai kerjanya asal-asalan. Hal semacam ini yang kita tidak mau terjadi di Kota Kendari,” jelasnya.
Untuk itu, Ketua DPD PKS Kota Kendari ini kembali menegaskan, dalam birokrasi di Pemkot Kendari tidak ada main jual-beli jabatan. Semua murni dilaksanakan berdasarkan kapasitas kemampuan ASN.
“Baru-baru saja kita lakukan assesmen pegawai tidak ada embel-embel materi sedikitpun. Yang jelasnya silahkan anda bekerja dengan baik, kerja kalian kita akan apresiasi,” tutupnya.
Penulis : Haerun




