Sultra Menuju Lokomotif Ekonomi Baru di Kawasan Timur Indonesia

266
 

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi menghadiri acara seminar Sultra Economi Briefing 2020-2024 dengan mengangkat tema “Menuju Sultra Sebagai Lokomotif Ekonomi Baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI)” yang berlangsung di Century Park Senayan Jakarta, Jumat 14 Februari 2020.

Kegiatan seminar Sultra Economi Briefing 2020-2024 dihadiri Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo, Anggota DPD RI Dapil Sultra Amirul Tamim, Walikota Kendari Sulkarnain Kadir, Bupati Buton La Bakry, Wali Kota Baubau As Tamrin dan Pengamat Ekonomi Nasional Abdul Rahman Farisi.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi menghadiri acara seminar Sultra Economi Briefing 2020-2024. (Istimewa)
- Advertisement -

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020-2024, pembangunan ekonomi akan difokuskan di luar Pulau Jawa dan Sumatera, untuk mendorong ekonomi daerah berkembang tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah maju. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi kawasan timur diproyeksi mencapai 9 persen pada tahun 2024.

Proyeksi pertumbuhan kawasan bagian Timur yang lebih tinggi dari rata-rata nasional, yang menyebabkan terjadinya pergeseran pertumbuhan yang ditandai dengan berpindahnya porsi perekonomian dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatra sebesar 1,2% pada kawasan Timur Indonesia.

Gubernur Ali Mazi menjelaskan, banyak potensi di Sultra untuk untuk dijadikan sebagai pertumbuhan dalam membangun ekonomi di kawasan Timur Indonesia. Untuk mengelola potensi ini harus mendapat dukung dari pemerintah pusat dalam memajukan ekinomo kawasan Timur Indonesia.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi menghadiri acara seminar Sultra Economi Briefing 2020-2024. (Istimewa)

“Kebijakan pembangunan sektor pereknomian mulai dari pertanian, perikanan, kelautan, pertambangan dan pariwisata dapat mendukung dan membangun perkembangan ekonomi Sultra hingga nasional,” ungkap H Ali Mazi dalam seminar tersebut.

Sementara Chairman eLFATA Institute Rahman Farisi menjelaskan, Sultra merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi dari sektor pertanian, perikanan, kelautan, pertambangan dan pariwisata. Sehingga memfokuskan diri menjadi lokomotif ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia.

“Apabila beberapa potensi-potensi dikelolah dan dikembangkan dengan baik dalam bentuk kebijakan. Maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Sultra bahkan nasional,” ungkapnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...