Kendari Punya Alat Tes Swab Corona, Penggunaanya Terkendala Izin Kemenkes

1720
 

Kendari, Inilahsultra.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari telah memiliki alat Swab tenggorokan untuk mengetahui pasien dinyatakan positif atau negatif Covid-19 atau Virus Corona.

“Kita saat ini sudah punya sendiri swab untuk mendeteksi positif atau negatif corona dan tidak perlu lagi kita kirim ke Makasar untuk menunggu hasilnya” kata Direktur RSUD Kota Kendari, dr. Sukirman saat ditemui di RSUD Kota Kendari, Selasa 7 April 2020.

- Advertisement -

Untuk persiapan, kata dia, seluruh kebutuhan dan keperluan penggunaan swab sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

“Kita sudah persiapkan seluruh kebutuhan dan keperluannya pengunaan swab ini, tetapi kita belum bisa difungsikan, karena masih menunggu persetujuan pemerintah pusat melalui Pemprov Sultra,” jelasnya.

Untuk labolatoriumnya, kata dr. Sukirman, harus mendapat izin dan nomor registrasi dari Kementerian Kesehatan, dan yang berhak mengajukan untuk mendapatkan izin kewenangan adalah Gubernur Sultra.

Pemkot Kendari juga, lanjutnya, sudah berkoordiansi dengan Pemprov Sultra untuk mendapatkan izin dan registrasi pemakaian swab di RSUD Kota Kendari.

“Sebenarnya kita sudah siap dan alatnya sudah ada. Kalau dapat izin dan dikasi nomor registrasinya, maka bisa kita lakukan. Tapi lagi-lagi saat ini kita masih menunggu koordiansi Gubernur dan Kemenkes,” jelasnya.

Apabila swab di RSUD Kota Kendari difungsikan, kata dia, tidak perlu lagi mengirim sampel ke Makassar, karena menunggu beberapa hari.

“Kita berharap secepatnya mendapatkn izin, supya tidak perlu lagi kita kirim sampel ke Makassar. Kita manfaatkan dulu yang ada untuk mendeteksi dini Covid-19,” tutupnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik mengatakan, saat ini RSUD Kota Kendari sementara menunggu izin dan nomor registrasi dari Kementerian Kesehatan untuk dapat difungsikan swab tersebut.

Namun, lanjut Rajab yang bisa mengusulkan itu Pemprov Sultra melalui Gubenrur.

“Saya minta Gubernur untuk secepatnya merekomendasikan penggunaan swab yang ada di RSUD Kota Kendari ke Kemenkes untuk difungsikan. Jangan menunggu banyak korban baru kita mengambil tinndakan,” ujar LM Rajab Jinik.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, supaya ada kejelasan dan kepastian yang ODP dan PDP tidak lagi menunggu lama bahwa mereka positif atau negatif.

“Saya yakin kalau ini sudah difungsikan satu atau dua hari sudah kita tahu hasilnya, langkah ini bentuk pencegahan dini penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Belum adanya tindak lanjut dari Pemprov Sultra, kata Rajab, merupakan kelambanan, dan harusnya Gubernur dapat menindaklanjuti secepatnya, karena jangan sampai terjadi seperti Makasar melonjak satu kali karena sudah ada labolatorium.

“Kita menginginkan juga di Kota Kendari secepatnya Pemprov Sultra mengeluarkan persetujuan. Jangan sampai kita ini diam-diam ternyata sudah banyak, karena menunggu hasil swab di Makassar,” jelasnya.

Untuk itu, kata Rajab, Pemprov Sultra harusnya memberikan kewenangan Pemkot Kendari dalam menangani dan memutus rantai Covid-19.

“Kita butuh ada kewenangan tersendiri untuk penanganan kasus ini di Kota Kendari, karena kalau kita menunggu terus jangan sampai banyak korban berjatuhan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...