Langkah-Langkah Melaksanakan Ibadah Ramadan di Tengah Pandemi Corona

1175
 

Kendari, Inilahsultra.com – Umat Islam seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di bulan Suci Ramadan yang penuh berkah. Namun ramadan tahun 2020 dirayakan di tengah pandemi virus corona dan persiapan menghadapinya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada masa-masa sebelumnya perayaan bulan ramadan selama 30 hari puasa dijalani dengan dengan pelbagai kegiatan bersama banyak orang seperti salat berjamaah, buka puasa bersama, sahur on the road hingga berburu tajil musykil ada.

- Advertisement -

Perayaan tahun ini, orang diminta membatasi jarak satu sama lain, tetap di rumah, salat di tarawih di rumah, buka dan sahur di rumah aja dan tidak mudik demi menekan laju penyebaran virus corona. Meskipun seperti itu, bukan berarti memulai Ramadan dengan ala kadarnya.

Berikut langkah-langkah persiapan dalam menghadapi Ramadan 2020 bagi umat muslim dari berbagai sumber.

Doa dan niat

Agar ibadah Ramadan 2020 penuh makna, maka doa dan niat adalah dua langkah pertama yang perlu dilakukan. Dikutip dari About Islam, Nabi Muhammad mengingatkan bahwa kedua hal tersebut hanya akan bermakna ketika seseorang berusaha ‘dekat’ dengan Tuhan.

Itu sebab penting bagi setiap orang untuk meneguhkan niat pada Ramadan ini.

Sementara Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam menakankan, pentingnya doa apalagi selama Ramadan dan di tengah pandemi ini. Ia turut mendoakan setiap Muslim diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah sebulan penuh.

“Baik ibadah mahda yang menegaskan hubungan kita dengan Allah SWT maupun ibadah ghairu mahda yang terkait di dengan sisi kemanusiaan,” ucap Asrorun Niam seperti dikutip di CNNIndonesia.com, Jumat 24 April 2020.

Ia mengingatkan, doa merupakan senjata bagi orang-orang yang beriman. Karena itu Asrorun mengungkapkan, ada baiknya melakukan ikhtiar dibarengi doa agar teguh mengarungi masa-masa wabah ini.

“Di dalam hadist yang lain, tidak ada yang dapat mengubah ketetapan Allah SWT kecuali doa. Untuk itu momentum Ramadan ini kita optimalkan untuk bermunajat dan memanjatkan doa dengan berbagai ibadah yang kita laksanakan agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT,” katanya.

Siapkan ibadah ramadan di rumah

Anda mungkin akan kehilangan beberapa ritual yang biasa ditemui setiap Ramadan. Seperti tarawih di masjid atau musala, juga berbuka puasa bersama. Seluruh ibadah kini harus terpusat di rumah demi mengerem laju penyebaran virus corona.

“Hari ini, dengan wabah Covid-19 menjadi hikmah agar rumah bisa terang, bisa terpancarkan oleh cahaya Al-Quran dan ibadah,” jelasnya.

Bagi yang berkeluarga, ia menyarankan, tarawih pada ramadan 2020 bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti.

“Aktivitas salat yang biasa kita laksanakan di masjid, musala, dan perkantoran, termasuk buka puasa bersama yang mengundang teman-teman kantor, sekarang kita pastikan kita konsentrasi di rumah untuk kepentingan ibadah,” jelasnya.

Tapi itu tak mengapa. Menurut Asrorun Niam, pergeseran lokasi ibadah itu sama sekali tak mengurangi nilainya.
Sungguh penggeseran dari masjid ke kediaman itu, lanjutnya, tidak menggeser seninci pun dari ketaqwaan.

Bahkan, lanjut dia, Rasulullah SAW di dalam hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menegaskan, pastikan bahwa rumah-rumah diterangi dengan aktivitas salat dan tilawah. Jangan jadikan rumahmu bak kuburan yang tidak pernah dilakukan aktivitas ibadah dan cahaya Al-Quran.

Ibadah Ramadan 2020 yang terjadi di tengah pandemi corona ini sekaligus menjadi refleksi untuk memperbaiki diri.

“Jangan-jangan ada hal-hal yang kita lakukan yang menjadi pemicu munculnya wabah atau penyebaran wabah. Langkah muhasabah diikuti dengan cara memastikan bahwa kita tidak menjadi faktor menyebar dengan perilaku hidup bersih dan sehat, memastikan pshysical distancing, mencegah kerumunan, dengan menjaga kebugaran. Ini adalah ikhtiar bagian dari muhasabah,” ungkapnya.

Mengatur waktu tidur

Pastikan alarm Anda lebih awal dari waktu biasa Anda bangun. Bila biasanya Anda bangun pukul 7 pagi maka mulai atur ulang menjadi pukul 05.30 pagi atau lebih awal lagi.

Penyesuaian ini tentu diikuti pergi tidur lebih cepat. Hal ini akan membuat Anda terbangun lebih awal dan memudahkan untuk menyiapkan segala sesuatu. Usahakan mulai mempraktikkan sarapan lebih awal. Ini sebagai persiapan untuk beradaptasi jelang waktu Ramadan

Mulai mengatur menu dan persediaan makanan di bulan Ramadan

Anda tentu sudah menandai kalender dan mengisi stok persediaan makanan dengan telur, sarden, kismis atau bahan lainnya. Untuk memudahkan, Anda bisa mulai merencanakan menu makanan untuk sebulan.

Tak harus ketat mengikuti perencanaan tersebut, tapi paling tidak dengan begitu Anda punya panduan. Anda bisa mulai memikirkan resep praktis, makanan favorit atau masakan baru yang layak untuk dicoba.

Anda bisa mulai merencanakan untuk satu pekan dan mengulanginya lagi pada pekan berikutnya. Selain itu, berlakulah cerdas memilih bahan makanan sebab Ramadan sekaligus bisa jadi momen untuk memulai menerapkan makan sehat.

Siapkan Salinan Al-Quran

Menyimpan dan memiliki salinan Al-Quran adalah salah satu ide baik untuk menemani Ramadan Anda. Salinan kecil Al-Quran akan menyenangkan dan praktis dibawa ke mana-mana meski di tengah pandemi corona ini hal tersebut tak memungkinkan. Termasuk, menyiapkan terjemahan Al-Quran. Anda bisa mengisi waktu dengan membaca sekaligus memaknainya.

Terhubung dengan komunitas Muslim

Ramadan bisa dijadikan momen untuk membina hubungan antar-umat. Tapi sebelumnya, Anda bisa mencari komunitas yang bisa Anda jadikan sebegai pengingat juga pengiring sepanjang bulan.

Tentu belum bisa bertemu karena kebijakan pembatasan jarak, tapi masih ada grup Whatsapp atau media lain. Anda bisa berbagi informasi, saling menyemangati atau sekadar tukar resep untuk sahur serta berbuka

Senyum

Tersenyum dan berpikir positif dipercaya jadi salah satu persiapan Ramadan 2020. Di tengah ketidakpastian dan situasi tak menentu belakangan ini, pikiran positif secara manusiawi akan muncul.

Manfaatkan betul momen Ramadan ini. Baca dan pelajari kebajikan atau apa yang bisa Anda lakukan bagi diri sendiri dan orang lain. Ini juga menjadi waktu untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Yakinkan diri Anda bahwa ibadah Ramadan 2020 ini akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan iman dan belajar mengenai diri sendiri. Anda juga bisa menyematkan tekad untuk mulai berhenti dari kebiasaan buruk dan mengembangkan kegemaran baru yang positif.

Sumber : CNNIndonesia.com
Kendari, Inilahsultra.com – Umat Islam seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di bulan Suci Ramadan yang penuh berkah. Namun ramadan tahun 2020 dirayakan di tengah pandemi virus corona dan persiapan menghadapinya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada masa-masa sebelumnya perayaan bulan ramadan selama 30 hari puasa dijalani dengan dengan pelbagai kegiatan bersama banyak orang seperti salat berjamaah, buka puasa bersama, sahur on the road hingga berburu tajil musykil ada.

Perayaan tahun ini, orang diminta membatasi jarak satu sama lain, tetap di rumah, salat di tarawih di rumah, buka dan sahur di rumah aja dan tidak mudik demi menekan laju penyebaran virus corona. Meskipun seperti itu, bukan berarti memulai Ramadan dengan ala kadarnya.

Berikut langkah-langkah dalam menghadapi bulan suci Ramadan 2020 bagi umat muslim dari berbagai sumber.

Doa dan niat

Agar ibadah Ramadan 2020 penuh makna, maka doa dan niat adalah dua langkah pertama yang perlu dilakukan. Dikutip dari About Islam, Nabi Muhammad mengingatkan bahwa kedua hal tersebut hanya akan bermakna ketika seseorang berusaha ‘dekat’ dengan Tuhan. Karena itu sebab penting bagi setiap orang untuk meneguhkan niat pada Ramadan ini.

Sementara Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam menakankan, pentingnya doa apalagi selama Ramadan dan di tengah pandemi ini. Ia turut mendoakan setiap Muslim diberikan kekuatan untuk melaksanakan ibadah sebulan penuh.

“Baik ibadah mahda yang menegaskan hubungan kita dengan Allah SWT maupun ibadah ghairu mahda yang terkait di dengan sisi kemanusiaan,” ucap Asrorun Niam seperti dikutip di CNNIndonesia.com, Jumat 24 April 2020.

Ia mengingatkan, doa merupakan senjata bagi orang-orang yang beriman. Karena itu Asrorun mengungkapkan, ada baiknya melakukan ikhtiar dibarengi doa agar teguh mengarungi masa-masa wabah ini.

“Di dalam hadist yang lain, tidak ada yang dapat mengubah ketetapan Allah SWT kecuali doa. Untuk itu momentum Ramadan ini kita optimalkan untuk bermunajat dan memanjatkan doa dengan berbagai ibadah yang kita laksanakan agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT,” katanya.

Siapkan ibadah ramadan di rumah

Anda mungkin akan kehilangan beberapa ritual yang biasa ditemui setiap Ramadan. Seperti tarawih di masjid atau musala, juga berbuka puasa bersama. Seluruh ibadah kini harus terpusat di rumah demi mengerem laju penyebaran virus corona.

“Hari ini, dengan wabah Covid-19 menjadi hikmah agar rumah bisa terang, bisa terpancarkan oleh cahaya Al-Quran dan ibadah,” jelasnya.

Bagi yang berkeluarga, ia menyarankan, tarawih pada ramadan 2020 bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti.

“Aktivitas salat yang biasa kita laksanakan di masjid, musala, dan perkantoran, termasuk buka puasa bersama yang mengundang teman-teman kantor, sekarang kita pastikan kita konsentrasi di rumah untuk kepentingan ibadah,” jelasnya.

Tapi itu tak mengapa. Menurut Asrorun Niam, pergeseran lokasi ibadah itu sama sekali tak mengurangi nilainya.
Sungguh penggeseran dari masjid ke kediaman itu, lanjutnya, tidak menggeser seninci pun dari ketaqwaan.

Bahkan, lanjut dia, Rasulullah SAW di dalam hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menegaskan, pastikan bahwa rumah-rumah diterangi dengan aktivitas salat dan tilawah. Jangan jadikan rumahmu bak kuburan yang tidak pernah dilakukan aktivitas ibadah dan cahaya Al-Quran.

Ibadah Ramadan 2020 yang terjadi di tengah pandemi corona ini sekaligus menjadi refleksi untuk memperbaiki diri.

“Jangan-jangan ada hal-hal yang kita lakukan yang menjadi pemicu munculnya wabah atau penyebaran wabah. Langkah muhasabah diikuti dengan cara memastikan bahwa kita tidak menjadi faktor menyebar dengan perilaku hidup bersih dan sehat, memastikan pshysical distancing, mencegah kerumunan, dengan menjaga kebugaran. Ini adalah ikhtiar bagian dari muhasabah,” ungkapnya.

Mengatur waktu tidur

Pastikan alarm Anda lebih awal dari waktu biasa Anda bangun. Bila biasanya Anda bangun pukul 7 pagi maka mulai atur ulang menjadi pukul 05.30 pagi atau lebih awal lagi.

Penyesuaian ini tentu diikuti pergi tidur lebih cepat. Hal ini akan membuat Anda terbangun lebih awal dan memudahkan untuk menyiapkan segala sesuatu. Usahakan mulai mempraktikkan sarapan lebih awal. Ini sebagai persiapan untuk beradaptasi jelang waktu Ramadan

Mulai mengatur menu dan persediaan makanan di bulan Ramadan

Anda tentu sudah menandai kalender dan mengisi stok persediaan makanan dengan telur, sarden, kismis atau bahan lainnya. Untuk memudahkan, Anda bisa mulai merencanakan menu makanan untuk sebulan.

Tak harus ketat mengikuti perencanaan tersebut, tapi paling tidak dengan begitu Anda punya panduan. Anda bisa mulai memikirkan resep praktis, makanan favorit atau masakan baru yang layak untuk dicoba.

Anda bisa mulai merencanakan untuk satu pekan dan mengulanginya lagi pada pekan berikutnya. Selain itu, berlakulah cerdas memilih bahan makanan sebab Ramadan sekaligus bisa jadi momen untuk memulai menerapkan makan sehat.

Siapkan Salinan Al-Quran

Menyimpan dan memiliki salinan Al-Quran adalah salah satu ide baik untuk menemani Ramadan Anda. Salinan kecil Al-Quran akan menyenangkan dan praktis dibawa ke mana-mana meski di tengah pandemi corona ini hal tersebut tak memungkinkan. Termasuk, menyiapkan terjemahan Al-Quran. Anda bisa mengisi waktu dengan membaca sekaligus memaknainya.

Terhubung dengan komunitas Muslim

Ramadan bisa dijadikan momen untuk membina hubungan antar-umat. Tapi sebelumnya, Anda bisa mencari komunitas yang bisa Anda jadikan sebegai pengingat juga pengiring sepanjang bulan.

Tentu belum bisa bertemu karena kebijakan pembatasan jarak, tapi masih ada grup Whatsapp atau media lain. Anda bisa berbagi informasi, saling menyemangati atau sekadar tukar resep untuk sahur serta berbuka

Senyum

Tersenyum dan berpikir positif dipercaya jadi salah satu persiapan Ramadan 2020. Di tengah ketidakpastian dan situasi tak menentu belakangan ini, pikiran positif secara manusiawi akan muncul.

Manfaatkan betul momen Ramadan ini. Baca dan pelajari kebajikan atau apa yang bisa Anda lakukan bagi diri sendiri dan orang lain. Ini juga menjadi waktu untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan.

Yakinkan diri Anda bahwa ibadah Ramadan 2020 ini akan menjadi kesempatan untuk meningkatkan iman dan belajar mengenai diri sendiri. Anda juga bisa menyematkan tekad untuk mulai berhenti dari kebiasaan buruk dan mengembangkan kegemaran baru yang positif.

Editor : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...