Disidang Etik, Oknum Polisi Berpangkat IPTU Diduga Hamili Istri Orang

1091
 

Kendari, Inilahsultra.com – Oknum polisi berpangkat IPTU berinsial BT diduga menghamili sorang wanita berusia 34 tahun. Wanita itu adalah istri sah orang lain dan sudah dikaruniai lima orang anak.

Atas dugaan kasus itu, mantan Kapolsek di Kabupaten Kolaka Timur itu menjalani sidang etik di ruang sidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 13 Mei 2020.

- Advertisement -

Hal ini dibenarkan oleh AKBP Ferry Walintukan. Ia mengatakan, dugaan perbuatan asusila yang dilakukan BT saat itu masih menjabat sebagai Kapolsek di wilayah hukum Polres Kolaka.

“Benar oknum tersebut diduga telah berbuat mesum dengan istri orang hingga hamil, hari ini sidang lanjutan,” ucap Ferry.

Kemarin, kata Ferry, sidang sudah melaksanakan dan hari ini agenda sidang putusan dengan perkara dugaan tindak pidana asusila diduga menghamili istri orang lain.

“Apa pun nanti hasilnya, tergantung pada putusan sidang nanti,” sambungnya.

Kepada Inilahsultra.com, wanita ini menceritakan awal pertemuannya dengan IPTU BT pada bulan April 2019. Saat itu berlangsungnya tahapan Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019. Ia berkerja sebagai petugas pemilihan umum, dan IPTU BT menjabat sebagai Kapolsek.

Berkenalan hingga keduanya akhirnya bertemu dan intens menjalin komunikasi. Bahkan menjalani hubungan gelap dan akhirnya hamil. Karena takut ketahuan suami, perempuan tersebut mencari alasan untuk meninggalkan rumah.

“Saya tinggalkan rumah, takut ketahuan suami,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon pribadinya.

Bahkan, ia ditekan oleh BT agar menceraikan suami sahnya. Namun, ia meminta BT untuk bersabar.

“Karena BT terus menekan saya, saya bilang mi tunggu dulu saya kasih enak perasaanku. Saya juga ingatkan BT, saya bilang kita yakin kah? Kita tidak sia-siakan saya,” terangnya.

Kemudian, keduanya pernah ke Kendari datang ke Dokter Kandungan di wilayah Mandonga untuk konsultasi hingga akhirnya 8 Januari 2020 anak itu lahir di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Saat melahirkan ia didampingi oleh BT.

“Setelah SK surat ceraiku terbit, nomornya (BT) tidak aktif nomornya. Seakan-akan mau menghindar dan akhirnya saya melaporkan kasus ini ke Polda Sultra,” tuturnya.

Wanita ini meminta kepada BT agar bertanggung jawab. Karena dalam laporannya meminta kepada BT agar menikahi dirinya dengan izin istrinya.

Selain itu, nikah dan selanjutnya cerai tetapi dengan syarat anak yang dilahirkan dibiayai hidupnya hingga besar kelak.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...