Janggalnya Kasus Penemuan Mayat Depan Barcode Hanya Satu Tersangka

328
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Kemaraya menetapkan satu tersangka yakni AL dalam kasus penemuan mayat di depan Barcode, tepatnya di Teluk Kendari, Sabtu 13 Juli 2020 lalu.

Pengacara AL, Nasrudin mengaku, ada yang aneh dalam perkara itu. Kata dia, pasal yang disangkakan kepada AL ada Jo 55. Jadi pertanyaannya, siapa yang turut serta dalam perkara itu.

- Advertisement -

“Kenapa hanya AL yang jadi tersangka? Kevin hanya saksi dan saat kabur (lari). Kalau tidak ada salah kenapa harus lari,” ucap Nasrudin, Kamis 23 Juli 2020

Seharusnya, sambung Nasrudin, jika penyidik mencantumkan Jo 55 Ayat 1 Ke-1 Kitab Undang- undang Hukum Pidana (KUHP), maka tersangkanya bukan satu orang tapi harus lebih dari satu orang.

Polsek Kemaraya, Selasa 21 Juli 2020 kemarin, melakukan reka ulang keributan di depan Barcode. AL sebagai orang yang diduga mengambil peran yang menyebabkan tikaman di punggung belakang korban Gifar Ashari.

Tudingan ini mengarah, sebab Aldo termasuk orang yang mengejar korban dengan menggunakan pisau yang disembunyikan di balik baju. Namun, sesungguhnya ada dua saksi lagi yang mengejar korban.

Hal ini terlihat dalam reka ulang yang digelar Polsek Kemaraya bersama Kejaksaan Negeri Kendari (Kejari).

Dalam reka ulang tersebut, ada 23 Adegan yang diperagakan, termasuk saksi-saksi dan juga terduga pelaku. Reka ulang awal insiden keributan di depan Barcode. Mulai dari kedatangan kelompok rekan-rekan korban. Hingga, kelompok sejumlah orang yang keluar dari Barcode melakukan pengejaran.

“Ada 23 adegan, untuk melengkapi berkas penyidikan,” tutur Kapolsek Kemaraya IPTU Ridwan usai reka ulang.

Pantauan awak media, saat reka ulang, polisi menghadirkan tiga saksi rekan korban. Mereka bernama AR, ZA dan PA.

Ketiga saksi ini adalah orang yang datang bersama-sama korban untuk melakukan penyerangan kearah Barcode. Niat itu, untuk mencari adik korban yang katannya dianiaya di lokasi THM Barcode. Tiga orang dari mereka, termasuk korban memegang balok kayu.

Kemudian, dalam posisi berlawanan arah, RA, HA dan ME keluar dari Barcode untuk melakukan perlawanan.

Mereka berupaya melakukan pengejaran, untuk membubarkan kelompok korban. RA seorang Security Barcode maju lebih dulu, untuk membubarkan kelompok korban. Nah, pergerakan RA dan karyawan Barcode ini masuk dalam adegan ke lima dan ke enam. Adegan ke tujuh, barulah Aldo ikut keluar Barcode.

AL memang memegang pisau, yang diambil didalam Barcode. Namun, dalam adegan tersebut, AL hanya menyimpan pisau dalam lengan bajunya. Ia mengajak KE dan ME. Namun, menyusul lebih dulu. AL sempat berpapasan dengan korban.

Saat bertemu tepat di depan rumah Makan. AL tak mencabut pisaunya, hanya mengayunkan ke arah belakang korban. Anehnya, posisi AL justru tak terlihat mengeluarkan pisaunya.

“Saat itu, korban melarikan diri dan terjatuh karena terkait kaki AL. Sementara rekan-rekan korban sudah lebih dulu melarikan diri,” ucap seorang penyidik Polisi saat membacakan dalam adegan itu, sembari meminta para saksi dan korban memeragakan adegan tersebut.

Adegan ke 12, korban melarikan diri dan bersembunyi ke arah Water Sport. Selanjutnya, AL kembali ke Barcode dan menyimpan pisaunya setelah sebelumnya mencuci pisau tersebut. Menariknya, ternyata dalam adegan 16,17, hingga adegan ke 18, terekam bahwa KE sempat mengejar korban sampai ke arah Water Sport.

Antara korban dan KE bertabrakan dan langsung terjatuh. Anehnya, tak ada adegan lain setelah KE menabrak korban. Justru saksi lain bernama RA, juga mengejar korban sampai ke Teluk Kendari. Namun, dalam adegan tersebut, Rauf tak melakukan apa-apa. Ia hanya melakukan pengejaran sampai ke Teluk Kendari.

“Memang KE dan RA sampai ke Water Spot. Hanya saja, KE setelah itu pergi karena dijemput oleh HA. Sementara RA sampai ke Teluk Kendari hingga melihat korban loncat di air,” tutur Kapolsek saat reka ulang.

Saat ditanya mengenai KE, Kapolsek Kemaraya IPTU Ridwan mengatakan KE melarikan diri. Ia tak ditetapkan sebagai DPO, karena hanya sebagai saksi. Pihaknya masih melengkapi berkas perkara, KE dan RE tak hadir dalam gelar perkara.

“23 adegan yang diperagakan untuk menguatkan keterangan BAP yang ada. Kevin, memang tidak ada dalam reka ulang ini,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendari, Ari Siregar mengatakan, rekonstruksi bagian dari kelengkapan berkas penyidikan.

“Ini dilakukan untuk menguatkan tindak pidana yang dilakukan terduga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sejauh ini berkas belum dinyatakan P21, yakni masih dalam proses penelitian. Namun, untuk unsur pidananya sudah bisa terpenuhi,” tutur Ari Siregar yang saat itu ikut menyaksikan adegan itu.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...