Fakta-fakta Pelakor

6485
 

Oleh : Bunda Naumi

(Ketua Umum Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak)

- Advertisement -

Perselingkuhan tentu saja bukan hal yang bisa dibenarkan. Ketidaksetiaan suami melukai hati istri. Anak-anak juga menjadi korban saat orangtuanya bercerai.

Bagi istri yang telah terkhianati, ada fakta tentang pelakor yang harus diketahui. Memaafkan bukan berarti melupakan, namun dengan memaafkan, beban hati Anda akan sedikit berkurang.

Memang butuh waktu lama untuk benar-benar mengampuni mereka yang sudah melukai hati Anda dan merusak pernikahan yang sudah bunda jaga dengan sepenuh hati.

Ada tiga hal penting tentang memaafkan yang harus Anda ketahui:

1. Memaafkan membantu Anda memiliki pengertian yang lebih mendalam, dan lebih objektif tentang pelaku perselingkuhan.

2. Pemberian maaf membantu Anda mengurangi perasaan negatif dan meningkatkan empati kepada mereka yang telah menyakiti Anda.

3. Memaafkan akan membantu Anda melepaskan keinginan balas dendam atau menyakiti orang yang telah mengkhianati Anda, atau menuntut pembalasan.

Fakta tentang pelakor yang harus diketahui para istri yang terkhianati

Apa yang harus diketahui istri tentang pelakor? Menyembuhkan diri dari pengalaman tersakiti akibat diselingkuhi akan membuat Anda harus membuka diri untuk bisa memahami “musuh” Anda dan meningkatkan empati. Dengan begitu kemungkinan memaafkan jauh lebih besar.

Memaafkan bukan berarti membenarkan perbuatan yang telah mereka lakukan, namun hal ini akan mengurangi beban penghianatan yang menggelayuti perasaan Anda.

Berikut ini 3 fakta tentang pelakor yang perlu Anda ketahui:

1. Kemungkinan si pelakor juga merasa bersalah

Satu hal penting tentang pelakor yang harus diketahui semua istri adalah, dia bisa merasa bersalah atas hubungannya yang merusak rumah tangga orang lain.

Bahkan, dia juga bisa mengalami frustasi dan depresi akibat hal ini.

Terutama jika dia tidak tahu bahwa pria yang ia kencani telah beristri. Dan bagi mereka yang sudah tahu namun tetap meneruskan hubungan, rasa bersalah akan terus-terusan membayangi mereka sepanjang hubungan itu masih berjalan.

Dia akan menyalahkan diri sendiri karena mengakibatkan hubungan pernikahan orang lain rusak.

Namun ada pula beberapa wanita yang tidak merasakan penyesalan sama sekali, akan tetapi ini jarang terjadi. Dan hal terpenting yang harus Anda ingat, semua wanita, seberapapun kejamnya dia pasti memiliki perasaan.

Mungkin dia tidak akan meminta maaf, namun rasa bersalah yang menggelayuti hatinya seumur hidup semestinya bisa membuat Anda bersimpati padanya. Sebab, dia tidak akan pernah hidup tenang menanggung rasa bersalah tersebut.

2. Dia merasa tidak berdaya karena telah jatuh cinta dengan pria beristri

Pelakor seringkali terlalu larut dalam hubungan, hingga selalu mencari pembenaran atas apa yang sedang dia lakukan.

Dia dengan sepenuh hati percaya bahwa dia tidak akan bisa meninggalkan pria yang ia cintai, walaupun dia sudah beristri.

Pelakor biasanya hanya fokus pada kebutuhan dia sendiri, tanpa menyadari bahwa apa yang ia lakukan telah menyakiti orang lain. Tentu saja, hal ini tidak membenarkan apa yang ia perbuat.

Namun, Anda harus tahu bahwa sebuah perselingkuhan terjadi bukan karena kesalahan istri atau karena ada kekurangan di dalam dirinya. Ini adalah kesalahan suami dan selingkuhannya, yang telah mencederai kesucian pernikahan.

3. Dia percaya bahwa ada harapan untuk hubungannya

Setiap kali kasus perselingkuhan terjadi, yang menerima hujatan dan cacian pastilah si pelakor. Padahal, suami dan para laki-laki yang selingkuh juga melakukan kesalahan. Bahkan sering terjadi, seorang laki-laki punya selingkuhan lebih dari satu, sedangkan ia sudah beristri.

Para pria yang selingkuh membuat banyak janji palsu, seperti akan menceraikan istri demi selingkuhan, dan akan menikahi si selingkuhan suatu hari nanti. Apapun ia katakan agar selingkuhannya tetap mau berhubungan dengannya.

Yang membuat sebuah perselingkuhan makin menyakitkan dan susah dimaafkan adalah, berpikir bahwa wanita lain sengaja menghancurkan rumah tangga Anda. Mengetahui bahwa tidak semua wanita bermaksud jadi pelakor, mungkin akan memberi Anda ketenangan, atau malah bisa membuka jalan untuk memaafkan.

Agar Anda bisa melanjutkan hidup ke arah lebih baik, sebaiknya melepaskan beban di hati. Memaafkan akan memberi Anda ketenangan batin, meskipun orang tersebut tidak layak dimaafkan, atau sama sekali tidak meminta maaf.

Dengan memaafkan, Anda bisa menatap masa depan dengan lebih baik. Dan menghargai kebahagiaan yang datang setelah pahitnya penghianatan. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...