Dieksekusi di Jalan Jambu Putih, Mayat Dibuang di Hutan Bakau Teluk Kendari

Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan/pembuangan mayat di hutan bakau Teluk Kendari. (Onno)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa Edwar alias Edo berawal dari menenggak minuman keras (miras) bersama hingga terjadi ketersinggungan.

-Advertisements-

Usai dianiaya, mayat korban dibuang di sekitaran hutan bakau, di Jalan Madusila, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Senin 26 Oktober 2020 kamarin.

Keesokan harinya, pemulung yang sedang mencari botol plastik (barang bekas) menemukan korban mengambang di sekitaran hutan bakau. Saat ditemukan, korban mengenakan baju dan celana panjang hitam dengan posisi terlentang.

Setelah mayat ditemukan, Polres Kendari langsung melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, empat terduga pelaku diamankan diamankan di Polres Kendari, saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna mengatakan, dari empat yang diamankan tiga dinyatakan sebagai tersangka. Tiga tersangka berinisial AL (19), AB (20) AM (19).

“Tiga tersangka melakukan penganiayaan hingga hilangnya nyawa korban. Ketiganya merupakan warga Poasia, Kendari,” ucap I Gede Pranata Wiguna saat ditemui di Polres Kendari, Selasa 27 Oktober 2020.

Mantan Kasat Reskrim Polres Kolaka ini menceritakan kronologis kejadian, tiga tersangka dan korban bertemu di Jalan Jambu Putih di Kelurahan Matabubu, Kecamatan Poasia. Di sana, mereka miras bersama hingga terjadi perselisihan (ketersinggungan) antara tersangka dan korban.

“Sehingga para tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban. Dari pengakuan para tersangka, mereka memukul kepala, wajah kiri mengalami lebam hingga korban meninggal dunia,” sambungnya.

Lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Kolaka, motifnya akibat kesal dengan perkataan korban saat miras. Usai dianiaya, korban di buang di sekitar hutan bakau menggunakan motor.

“Korban dan pelaku merupakan tetangga dan mereka saling kenal,” bebernya.

I Gede Pranata Wiguna menambahkan, barang bukti yang diamankan satu jaket dan baju serta celana milik korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga tersangka disangkakan pasal 351 ayat tiga (3) subsider pasal 338 dan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun atau 12 tahun.

Penulis : Onno

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...