
Kendari, Inilahsultra.com – Adi Jaya Putra (AJP) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) masa bakti 2022-2026.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kubah 9 pada hari Senin 21 Maret 2022. Ia terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorcab) Konawe Selatan (Konsel).
Adi Jaya Putra mengatakan dengan menahkodai KONI Konsel tersebut merupakan suatu amanah bagi dirinya, sehingga sesegera mungkin pihaknya bakal menyusun kepengurusan agar diagendakan rapat kerja sekaligus mematangkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan di laksanakan tahun ini.
“Saya kira yang jangka pendeknya menghadapi Porprov, tapi jangka menengah dan panjang itu, bagaimana mengkonsolidasikan para pengurus cabang (Pengcab). Utamanya menentukan skala prioritas yang mana prioritas satu, dua, dan seterusnya sesuai dengan kondisi atlet dan kondisi fasilitas yang ada di Konsel,” paparnya.
Lanjut dia, dari segi managerial pihaknya akan lebih terbuka. Sebab Koni merupakan paket mitra pemerintah bidang olah raga yang di tugasi oleh pemerintah dari pusat sampai ke daerah untuk menciptakan prestasi di bidang olah raga.
“Tidak bisa lagi, mentang-mentang kita Ketua KONI anggaran Cabor kita pake se enaknya. Begitu juga sebaliknya, Pengcab juga tidak bisa nuntut apa-apa. Dia harus paparkan dulu, dia mau minta apa, Kalau dia minta alat ini ya kita diskusi dulu. Jadi ada kesinambungan cara berfikir kita untuk menciptakan prestasi di bidang olah raga,” tuturnya.
Adi Jaya Putra mengakui, sebelum menjadi Ketua KONI terpilih, dirinya terlebih dahulu menyampaikan kepada teman-teman di pengurus untuk membantu melalui pemikiran.
“Saya mau jadi ketua KONI tapi teman-teman harus membantu pemikiran. Mindset kita rubah, salah satu point yang paling penting di rubah management nya ini jangan setengah terbuka setengah tertutup,” imbuhnya.
Ketua baru KONI Konsel ini menjelaskan melainkan, harus lebih transparan, terbuka, akuntabel, dan lebih terukur. Serta mentimulasi di sektor-sektor Cabor yang atlet dari Konsel banyak. Sehingga bisa di stimulasi menjadi Cabor andalan.
“Ini penting juga, sehingga pembagian anggaran antara satu Cabor dengan yang lain itu betul-betul terkondisikan secara baik, jangan serampangan. Bagaimana atlet bisa makmur bisa bertahan jadi juara kalau kesejahteraan nya tidak dipikirkan,” ungkapnya.
“Jadi memang harus ada perbedaan mana yang menjadi Cabor-cabor pilihan yang di sepakati bersama dengan Pemda dengan melihat kondisi Konsel. Mana yang harus kita mulai, dari yang kecil-kecil dulu yakni pembinaan nya,” pungkasnya. (C)
Reporter : Asep Wijaya
Editor : Ridho




