Jokowi Resmi Pakai Baju Dolomani, Masyarakat: Kabarakatina Tanah Wolio

126
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo saat mengenakan pakaian Sultan Buton (Dolomani). (Foto: Istimewa).
Bacakan

Baubau, Inilahsultra.com– Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) resmi memakai baju Dolomani (pakaian Sultan Buton) saat upacara HUT RI ke-77 di Istana Merdeka, Rabu 17 Agustus 2022.

-Advertisements-

Salah seorang masyarakat di Kota Baubau, Siradja sangat terharu saat mengetahui Presiden Jokowi resmi memakai pakaian Dolomani yang merupakan pakaian Sultan Buton tersebut.

“Ganteng sekali, saya senang sekali karena dia resmi pakai pakaian adat di sini (Buton). Kabarakatina Tanah Wolio kaasi (bahasa daerah,red),” ucapnya saat melihat foto Presiden Jokowi yang menggunakan pakaian Dolomani.

Sementara itu Direktur Limbo Wolio Institute La Ode Abdul Ghaniyu Siadi menjelaskan, hampir setiap tahun, Buton menjadi suku/etnis yang menarik lewat pakaian adatnya.

Beberapa tahun lalu, Mendagri mengenakan Juba Kebesaran Kesultanan Buton yang biasa dipakai oleh pejabat Kesultanan Buton. Selanjutnya ada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang mengenakan Balahadadha di upacara kemerdekaan tahun lalu.

Kemudian tahun ini, Presiden Jokowi mengenakan Pakaian Kebesaran Sultan Buton (Dolomani), dimana pakaian ini dikenakan Sultan Buton dalam acara-acara resmi kenegaraan.

“Saya turut bangga, sebab Kepala Negara Indonesia sangat menghargai warisan leluhur kita orang Buton, lewat dikenakannya pakaian adat Dolomani dalam acara kebesaran Negara RI.

Antropolog muda ini menambahkan, dengan dipakainya pakaian adat Buton oleh Presiden RI, diharapkan menjadi perhatian buat masyarakat terkhusus bagi para kepala daerah di Kepulauan Buton untuk tetap konsisten dalam melestarikan Kebudayaan Buton sebagai Warisan Leluhur.

Sebelumnya, Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse mengaku jika dirinya diberi waktu selama dua hari oleh Gubernur Sultra untuk menyiapkan pakaian adat yang akan dipakai Presiden Jokowi saat upacara HUT RI ke 77.

“Saya dikasih waktu hanya dua hari karena saya ketemu pak gubenur tanggal 11 Agustus. Sedangkan baju itu sudah harus berada di Istana Negara pada tanggal 13 Agustus,” tutur Monianse.

Untuk diketahui, pakaian adat Dolomani terdiri dari baju, celana, sarung, dan kopiah. Saat mengenakan pakaian ini dilengkapi dengan kotango (baju dalaman). Selain itu ada sulepe (ikat pinggang). Ada ewanga (keris atau badik), dan katuko (tongkat).

Reporter: Muhammad Yasir

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
-Advertisements-
loading...