
Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaktifkan Posko Satgas Pangan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sultra untuk merilis kondisi pangan yang ada di Sultra.
Hal itu diungkap oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Aris Sismanto kepada sejumlah wartawan, Selasa 24 Januari 2023.
“Tentunya persoalan pangan tersebut menjadi persolan yang strategis, karena Negara harus menyiapkan pangan untuk semua individu masyarakat,” ungkapnya.
Aris menuturkan, peran pemerintah daerah dalam menangani kondisi pangan, mulai dari melakukan pengaturan, pengendalian, pembinaan dan pengawasan.
“Terkait ketersediaan, kecakupannya, pasokan, stabilitas harga, keamanannya, semua diatur oleh pemerintah. Sehingga Sekda Sultra meresmikan Posko Satgas Pangan yang berada di Kantor Ketahanan Pangan Sultra,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, Inflasi di Kota Kendari sudah mencapai 7.11, dan di Kota Bau-bau inflasinya sudah mencapai 8.35 persen.
Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh harga yang diatur pemerintah khususnya transportasi udara harga tiket yang cukup tinggi, kenaikan PDAM, dan cukai rokok.
“Dari sisi pangan memang ada sedikit kenaikan inflasi, namun kondisi pangan yang ada di Sultra masih dalam kondisi terjaga dan aman,” bebernya.
Ketersediaan beras di Sultra, lanjut dia, masih dalam kategori cukup hingga 3 bulan kedepan. Bahkan pada bulan Januari, akan memasuki musim panen dan puncaknya berada di bulan April dan Maret 2023.
“Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pangan, karena kondisi pangan yang ada di Sultra masih terjaga dan stabil,” terangnya.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog, pihaknya mengungkapkan bahwa harga beras dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi yakni Rp 9.450 Rupiah.
“Itu ada dibeberapa kios seperti di Pasar Mandonga ada 5 kios, Pasar Sentral ada 5 kios, Pasar Baruga ada 5 kios, dan Pasar Anduonohu ada 5 kios,” ujarnya.
“Kita akan pantau terus sehingga masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah. Jadi masyarakat yang membutuhkan beras bisa membeli di pasar tersebut untuk stabilitas harga dan pangan,” tambahnya. (B)
Reporter: Iqra Yudha




