
Seluruh peserta upacara peringatan HUT Kota Baubau menggunakan pakaian adat.
Baubau, Inilahsultra.com – Upacara peringatan hari jadi Baubau ke 476 dan HUT Kota Baubau ke 16 kali ini, Selasa, 17 Oktober 2017, terlihat berbeda dengan upacara biasa. Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian adat Buton, sehingga lebih berkarakter.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Drs H Masri menuturkan, penggunaan busana adat untuk menonjolkan sisi budaya karena Kota Baubau dikenal negeri seribu benteng yang kental dengan budaya.
“Wali Kota Baubau AS Tamrin ingin mengembangkan budaya di Kota Baubau. Beliau menyampaikan, pada even-even tertentu kita tonjolkan budaya kita termasuk hari ini kita memakai baju adat,” tuturnya.
Selain mengembangkan budaya, lanjut Masri, nilai jual budaya itu sendiri yang menjadikan alasan setiap even harus menonjolkan budaya Buton.
“Ini bisa menjadi nilai jual dengan mempromosikan budaya kita sehingga bisa menarik bagi wisatawan yang datang ke Baubau ini,” lanjutnya.
Kata dia, peningkatan pendapatan masyarakat juga menjadi alasan lainnya dengan mengenakan pakaian adat tersebut. Produksi kain tenun akan semakin berkembang.
“Kemudian para penjahit juga semakin berkembang termasuk budaya itu sendiri,” pungkasnya.
Upacara dengan mengenakan pakaian adat Buton pertama kali digelar di Kota Baubau. “Saya berharap kedepannya bisa berlanjut dan jangan hanya kali ini saja,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Yasir
Editor: Din




