

BURANGA- Sapi wajib Bunting menjadi awal gerakan swasembada daging di Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra). Program ini untuk membantu peternak dalam mempercepat proses kehamilan ternak tanpa menunggu proses perkawinan alami.
Saat ini sudah ada program inseminasi buatan atau biasa dikenal dengan kawin suntik. Berangkat dari program tersebut, Bupati Butur Abu Hasan mencanangkan daerah yang dipimpinnya itu sebagai daerah lumbung daging.
“Kita tidak hanya fokus pada memaksimalkan lahan tidur untuk pengembangan hasil pertanian organik, tapi juga Butur akan menjadi daerah lumbung daging,” kata Abu Hasan ketika memberikan sambutan sebelum melakukan suntik kawin terhadap sapi betina siap bunting di Desa Dampala Jaya Kecamatan Kulisusu Barat, Minggu (5/3/2017).
Menurut orang nomor satu di daerah berslogan Lipu Tinadeakono Sara itu, Butur sendiri memiliki modal lahan yang cukup untuk daerah organik. Sehingga bisa mencapai wilayah yang menjadi lumbung pangan dan lumbung daging.
Abu Hasan mengimbau agar warga memanfaatkan lahan-lahan terlantar kemudian dikelola menjadi lahan pertanian dan peternakan.
Menurut Abu Hasan, warga saat ini tak perlu khawatir untuk pemasaran. Pemerintah daerah akan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) Sultra membeli hasil pertanian warga. Nantinya, Pemda dan Bulog akan membuat Memorandum of Understansig (MoU) atau kerja sama.
“Dalam waktu dekat ini kerjasama itu akan dilakukan,” akunya. (R)




