Dua Rentetan Penyerangan Posko Induk Asrun-Hugua

Hugua saat memberikan keterangan pers atas kasus penyerangan posko induk pasangan Asrun-Hugua

Kendari, Inilahsultra.com – Kubu pasangan Asrun-Hugua mengklaim, posko mereka telah diserang oleh orang tak dikenal sebanyak dua kali, Jumat dinihari 30 Maret 2018 dan Sabtu malam 31 Maret 2018.

Rudi selaku LO pasangan Asrun-Hugua menjelaskan, kejadian penyerangan pertama pada 30 Maret 2018 sekira pukul 02.00 dinihari.

-Advertisement-

Salfan, tim sukses Asrun baru saja tiba di Posko Induk di Jalan By Pass Kota Kendari usai makan bersama temannya.

Tiba di depan posko, ia mengaku diteriaki oleh beberapa pemuda. Tak hanya itu, kata dia, mereka turut masuk dan bertanya ikhwal menatap rombongan peneriak itu.

“Kita jalan terus, tapi mereka kejar sampai di dalam. Kita dipukul sampai di dalam,” kata Salfan.

Ia mengaku bersama temannya, hanya bisa bertahan dari amukan empat orang yang tidak diketahuinya itu. Selain menerima bogeng mentah, ia juga dihantamkan kursi di kepalanya hingga mengalami luka bagian pipi dan dahi.

“Kasus ini kami langsung laporkan ke Polsek Baruga,” imbuhnya.

Berselang peristiwa itu, pada Sabtu malam, posko Asrun-Hugua kembali didatangi oleh puluhan pemuda. Mereka menyebut, kedatangan mereka ini rentetan dari kejadian sebelumnya.

“Jadi saya itu malam kebetulan ada di sini. Mereka datang berteriak-teriak dan kami tidak gubris,” beber Rudi.

Rudi menyebut, mereka datang menuntut karena temannya dipukul. Padahal, kata dia, mereka sama sekali tidak pernah memukul siapa-siapa. Yang ada, kata dia, orang tak dikenal diduga di sekitaran Pencucian Kumbohu yang melakukan pemukulan terhadap tim sukses Asrun-Hugua.

“Tidak pernah lakukan ancaman kepada siapa pun. Jika ada, kita minta untuk dilaporkan saja. Bagi kami mereka membuat alibi yang seharusnya kita jadi korban, malah mereka adalah korbannya,” bebernya.

Senada dengan Naim, yang juga tim sukses Asrun menyebut, kedatangan mereka sempat dihalau dengan cara mediasi.

Namun, mereka tetap memaksa masuk dan memancing keributan.

“Saya berikan pengertian agar masalah itu diselesaikan. Kebanyakan dari mereka mabuk,” katanya.

Empat orang yang datang tadi, kata Naim, sempat mundur. Namun, tidak lama berselang, muncul puluhan orang datang kembali dan melakukan penyerangan.

Tawuran tak dapat terhindarkan. Beruntung puluhan aparat keamanan sudah berada di lokasi. Masa penyerang dihalau mundur.

“Tapi, tidak lama kemudian, mereka membakar atribut kampanye di simpangan sana. Di situ kami menyerang juga,” jelasnya.

Atas peristiwa ini, pihaknya telah melaporkannya ke Polsek Baruga. Mereka juga akan melaporkan perusakan alat peraga kampanye pads Senin besok.

Calon Wakil Gubernur Sultra Hugua menyayangkan bentrokan itu terjadi. Ia mengimbau kepada masyarakat luas bahwa momen pilkada ini untuk kedepankan kamtibmas.

“Saya instruksikan kepada seluruh tim untuk menjaga soliditas dan keamanan. Kalau ada serangan amankan diri dalam posko,” katanya.

Apa pun namanya, kata Hugua, memukul dalam posko mereka maka harus ditindak. Ia juga meminta keamanan untuk terus berjaga karena ia duga dalam kasus ini ada otak provokator agar massa mereka bentrok dengan kepentingan lain.

“Semalam juga sudah dilaporkan pengrusakan dan ujaran kebencian,” tuturnya.

Sementara itu, putra Asrun, Asrizal Pratama Putra mengaku, tim dan relawan Asrun-Hugua akan menerima dengan baik kalau ada yang bertamu baik-baik.

“Kami berusaha jadi tuan rumah yang baik,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments