Soal Aksi Walk Out, Panitia Konferwil NU Sultra: Itu Hak Pribadi Mereka

Suasana Konferwil NU Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (18/08/2017). (Pandi/Inilahsultra.com)

Kendari, inilahsultra.com – Panitia Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdatul Ulama (NU) Sultra memilih bersikap dingin atas protes KH Wildan Habibi, salah satu kandidat calon Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sultra.

Dalam konferensi itu, Wildan bersama 9 pimpinan cabang NU memilih walk out karena syarat yang disodorkan panitia menjegal dirinya untuk maju.

Sehubungan dengan aksi walk out tersebut, panitia konferwil, Andi Sahibuddin menyatakn, itu adalah hak mereka secara pribadi. Sebagai panitia, tetap melanjutkan konferensi karena dianggap telah memenuhi syarat kuorum. “Syaratnya 2/3 sudah korum dan bisa ambil keputusan,” tegasnya.

-Advertisement-

Menanggapi protes yang dilakukan, Andi Sahibuddin mengatakan,
anggaran dasar bersifat umum, yang paling banyak diikuti adalah permintaan para kiyai.

“Biasanya, kriteria dimunculkan pada saat konferensi atau muktamar untuk merumuskan kriteria yang dianggap itu banyak kemaslahatan bagi umat. Kita tidak boleh kaku terhadap AD/ART,” ungkap Andi, Sabtu (18/03/2017).

Andi mencontohkan, dalam proses pemilihan di tingkat PBNU, kadang ada saja syarat yang tercantum dalam AD/ART ditambahkan dengan syarat baru sesuai dengan usulan para ulama.

“Karena dianggap untuk kemaslahatan umat, maka itu yang diikuti. Dan ini organisasi para ulama. Kalau konferensi NU Sultra mensyaratkan calon Rois Syuriah dan ketua harus di atas 40 tahun, itu hal wajar,” katanya.

Menurutnya, persyaratan umur sangat penting dalam organisasi para Kiyai ini. Yang menjadi ketua PWNU, baiknya lebih senior atau lebih tua.

“Termasuk harus berdomisili di Kota Kendari. Kalau disyaratkan seperti itu, menjadi jaminan bagi ketua dan akan full urus NU di Sultra,” katanya.

Dia menambahkan, tidak ada yang bisa menjamin jika ketua PWNU berasal dari daerah bisa fokus mengurus PWNU Sultra.

“Siapa yang jamin bisa urus? Jangan sampai lebih banyak urus organisasi di daerah,” katanya.

Reporeter: La Ode Pandi Sartiman
Editor       : Jumaddin Arif

Facebook Comments