Pilkades Serentak di Buton, Polres Minta Bantuan Polda Sultra

Ilustrasi

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Polres Buton akan meminta bantuan Polda Sultra untuk mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada 21 September 2018.

Rencana itu dibahas dalam rapat koordinasi antar panitia yang digelar, Senin 10 September 2018, di kantor Bupati Buton. Rapat itu dipimpin Sekda Buton Laode Djilfar Dzafar.

Usai rapat, Dzilfar mengatakan, seluruh persiapan Pilkades serentak sudah dibahas. Pelaksanaannya dipastikan tidak ada intervensi dari pihak luar.

-Advertisement-

“Jumlah desa yang ikut Pilkades 55 desa,” ujarnya.

Kata dia, persoalan anggaran kini sudah tidak menjadi masalah. Anggaran sudah tersedia. Meskipun masih ada yang perlu disusun kembali berkaitan dengan peruntukkannya.

Dzilfar berharap, Pilkades serentak berjalan sukses. Sehingga semua pihak harus menjunjung tinggi ketentuan dan mekanisne yang ada dalam pemilihan.

“Persiapan panitia sudah terbentuk. Tahapan sudah dilakukan, baik seleksi dan laporan. Jika terdapat masalah juga bisa dilakukan tindakan untuk mengantisipasinya,” terangnya.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman mengatakan, rencananya akan menggelar deklarasi Pilkades Damai pada 16 September 2018. Semua calon kades akan diundang untuk mendeklarasikan siap terpilih dan tidak terpilih.

“Untuk personil pengamanan TPS disiapkan 3 orang setiap TPS. Dan ada tim patroli tiga wilayah sebanyak 90 orang,” kata Andi.

Mereka akan dibagi pada tiga wilayah. Masing-masing wilayah I Kecamatan Kapontori dan Lasamilu, wilayah II Kecamatan Lasalimu Selatan dan Siontapina, dan wilayah III Kecamatan Pasarwajo dan Wabula.

“Maisng-masing wilayah satu pleton,” ujarnya.

Selian itu, rencananya pihaknya akan meminta backup dari Polda Sultra.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buton La Madi mengatakan, panitia pengawas sudah memutuskan jika tidak ada pelanggaran, Pilkades serentak dilaksanakan pada 21 September 2018.

“Hanya Desa Wasuamba (bermasalah). Namun sudah diperiksa dan tetap dilanjutkan. Untuk semua desa sudah ada calon tetap minimal dua orang perdesa. Ada yang empat dan tiga. Paling banyak lima orang,” ungkapnya.

Reporter: Waode Yeni Wahdania

Facebook Comments