
Buranga, Inilahsultra.com – Tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Buton Utara (Butur) akan dimulai bulan ini. Namun proses penyelenggaraan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dipastikan di luar daerah.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Butur La Nita mengatakan, tahapan yang akan dimulai bulan ini adalah pengumuman formasi. Setelah itu disusul pendaftaran pada bulan November.
“Pengumuman seleksi berkas administrasi akan dilaksanakan Desember. Habis itu masuk masa sanggah bulan Januari 2020,” rinci La Nita saat di temui di kantornya, Jumat 4 Oktober 2019.
Tahapan selanjutnya, ungkap La Nita, pengumuman jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada bulan Januari 2020. Pelaksanaan SKD bulan Februari dan pengumuman hasil SKD bulan Maret 2020.
“Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bulan Maret 2020,” imbuh La Nita.
Setelah itu, lanjut La Nita, proses integrasi nilai SKD dan SKB sekaligus pengumuman kelulusan akan dilakukan pada bulan April.
Meski tahapan seleksi mulai terjadwal, terang La Nita, kuota penerimaan CPNS dan P3K belum dipastikan. Pasalnya, masih harus menunggu rapat koordinasi.
“Kemarin sudah diusul 250 formasi, tapi belum final. Kuota itu terdiri dari 30 persen CPNS, dan 70 persen P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kita menunggu penetapan dari Kemenpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” tuturnya.
“Jelasnya, sebelum pengumuman pendaftaran sudah ada kuota yang keluar,” tambahnya.
Usulan yang sudah dikirim ke pusat, rinci La Nita, semua adalah tenaga teknis. Terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.
Mantan Sekretaris DPRD Butur ini menambahkan, dalam proses pendafataran seleksi CPNS dan P3K, memiliki syarat khusus.
Untuk P3K, meski tidak memiliki batasan umur namun peserta harus memiliki SK Honorer yang ditanda tangani Bupati Butur. Sedangkan bagi pendaftar CPNS, usia maksimal 35 tahun.
“P3K tidak ada kaitan masa kerja. Yang penting punya SK Bupati Butur sebagai honorer,” tuturnya.
Dalam proses seleksi, jelas La Nita, akan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sehingga sangat tidak dimungkinkan akan diselenggarakan di Butur.
“Karena kondisi jaringan internet di Butur kurang baik dan segala fasilitas harus kita penuhi. Harus ada 100 komputer, kita baru punya 70 komputer,” terangnya.
“Sudah pasti seperti model tahun lalu, tidak diselenggaran di Butur. Karena persoalan teknis yang kita miliki,” tambahnya.
Sebenarnya, tutur La Nita, jika ingin dibenahi agar proses seleksi diselenggarakan di Butur bisa dilakukan. Hanya saja waktunya sangat singkat.
“Agak terlambat sekarang kalau kita mau benahi fasilitas kita agar pelaksanaan seleksi di Butur. Jadi lebih bagus kita cari posisi aman agar proses seleksi berjalan lancar,” tutupnya.
Editor: Din




