Fraksi Golkar Belum Tentu Solid Dukung AJP Pemilihan Wawali

La Ode Ashar

Kendari, Inilahsultra.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dari Fraksi Partai Golkar, La Ode Ashar menilai, meskipun Adi Jaya Putra merupakan kader Golkar namun belum tentu kader partai beringin solid mendukungnya pada Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari.

Putra Bupati Konawe Selatan ini akan bertarung melawan Siska Karina Imran yang juga anak mantan Bupati Konsel, Imran.

“Saya menganggap AJP punya peluang untuk menang, tapi Golkar belum tentu solid mendukung dia karena belum ada intruksi dari partai,” ujar La Ode Ashar di kantornya, Senin 30 Desember 2019.

-Advertisement-

Saat ini, kata dia, pihaknya menunggu arahan dari partai, karena secara kepartaian, Golkar belum mengeluarkan edaran untuk mendukung salah satu calon.

“Pada prinsipnya kita menunggu arahan dari partai, karena sampai hari ini partai belum menyatakan sikap. Mudah-mudahan tidak ada perintah, sehingga kita bisa bermanuver kemana-mana,” ujarnya.

Ashar belum mengetahui adanya komunikasi Golkar dengan AJP maupun Siska.

Ia juga menyebut, AJP yang notabene kader Golkar belum pernah melakukan komunikasi dengan dirinya.

“Bersama kader Golkar yang lain sudah membangun komunikasi untuk membangun kekuatan. Seolah saya tidak dibutuhkan oleh salah seorang calon padahal yang menentukan kemenangan mereka adalah anggota dewan yang mempunyai hak untuk memilih,” ujarnya.

Menurutnya, seorang calon harusnya membangun komunikasi dengan seluruh anggota dewan untuk mengukur seberapa besar kekuatannya di pemilihan nanti.

“Kalau perlu setiap hari ada komunikasi supaya tidak putus. Paling tidak untuk mengetahui kita-kita ini sudah ada komunikasi dengan calon atau atau belum dan mengetahui jangan sampai ada calon lain yang memasuki kita,” jelasnya.

La Ode Ashar mengaku, sebelumnya pernah bertemu dengan
AJP di salah satu pesta, tetapi tidak membicarakan soal politik.

Untuk diketahui, ada 35 anggota DPRD Kota Kendari yang akan melakukan pemilihan wakil wali kota, yang menentukan hak suaranya. Fraksi PKS 7 suara, Golkar 5 suara, PAN 5 suara, PDIP 5 suara, Nasdem 4 suara, Gerindra 4 suara, serta Fraksi DKI yakni Demokrat, PKB dan Perindo 5 suara.

Penulis : Haerun

Facebook Comments