Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban longsor, Rabu, 31 Mei 2017.
Kendari, Inilahsultra.com – Jayadi hanya bisa menitikan air mata menyaksikan anaknya Almahulhusna (16), dihempas longsor bersama kediamannya di Jalan Lasolo Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung ini tak bisa berbuat apa-apa. Dia lumpuh dan tak bisa berbuat banyak untuk menolong anaknya ketika ditimbun longsor dari atas bukit belakang rumahnya.
Menurut Andriani Endang, salah satu petugas balai bencana provinsi yang setiap hari bertugas di Kecamatan Kendari Barat, di dalam rumah ada sekitar empat orang.
“Ada dua orang tuanya, korban dan satunya lagi adiknya,” ungkap Andriani di lokasi kejadian, Rabu, 31 Mei 2017.
Saat hujan deras, korban sedang berada di dalam kamarnya. Kamar anaknya yang kesembilan dari 10 bersaudara ini tepat berada di pinggir tebing yang terkena longsor.
“Saat longsor, orang tuanya ikut terbawa di luar. Sementara anaknya sedang berada dalam rumah dia tidur. Bapaknya ini kan lumpuh dan disitu mungkin tidak mampu selamatkan anaknya,” bebernya.
Sedangkan adiknya, Wildan (12) mampu selamat namun dia juga dirawat di rumah sakit karena kedinginan.
Sementara ayah korban, Jayadi belum mau berbicara banyak. Dia hanya sesekali menitikan air mata.
“Bapaknya sepertinya belum mau bicara,” ujar Endang.
Sebelum meninggal, korban sempat diberikan pertolongan dengan dibawa ke Rumah Sakit Santaana. Namun kondisinya parah sehingga korban menghembuskan napas terakhir di rumah sakit sekira pukul 12.00 Wita.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din




