
Nur Alam
Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menyinggung adanya bupati beloon saat pelantikan pejabat eselon II, kepsek, dan pengawas di Aula Rujab Gubernur Sultra, Jumat, 2 Juni 2017.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, beloon berarti bodoh atau tolol.
Gubernur Sultra dua periode ini membandingkan tugas kepala sekolah dan bupati beloon.
“Tugas kepsek luas sekali. Dalam ilmu manajemen seperti tukang cukur modern. Mulai dari A sampai z diurusi. Beda kalau jadi bupati, biar beloon kalau terpilih dia sudah pimpinan semua dinas,” ungkap Nur Alam.
Menurut dia, Kepsek harus tahu bahwa tugasnya begitu besar melahirkan generasi muda yang cerdas. Untuk itu, dia meminta kepsek patut berbangga.
“Kalau kepsek nda bisa beloon-beloon. Biar tidak jadi bupati, tapi harus bangga jadi kepsek,” katanya.
Menurut dia, pernyataan beloon ini adalah gubernur yang katakan. Dia menantang mengajak diskusi, bila ada pejabat yang tersinggung dikatakan beloon.
“Ini gubernur yang ngomong, kalau ada yang protes sampaikan ke saya,” katanya.
Gubernur Sultra Nur Alam kerap mengungkapkan kekesalannya kepada beberapa pejabat, termasuk bupati atau wali kota yang dianggap membangkang atau tidak tunduk pada peraturan perundang-undangan.
Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Gubernur berhak “menyekolahkan” atau memberikan sanksi kepada kepala daerah yang tidak taat.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Din




