Dua Sapi Kurban di Poasia Dicuri, Korban Disisakan Ususnya

ilustrasi. (Google image)

Kendari, Inilahsultra.com – Saban pagi, Mustari (55) mengeluarkan tiga ekor sapi dari sebuah tanah kosong lalu membawanya ke semak-semak yang berjarak selemparan batu dari kandang sementara.

Saat matahari beranjak terbenam di Barat, Mustari kembali memasukkan kawanan sapi dan diikatnya di sebatang pohon yang tumbuh di tanah kosong berpagar beton keliling di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari.

Rutinitas ini dijalani Mustari dalam satu bulan terakhir. Kebetulan, ia dipercaya sebagai panitia sekaligus menjaga tiga ekor sapi yang sedianya dijadikan kurban di Hari Raya Iduladha tahun ini yang jatuh Jumat 31 Juli 2020.

-Advertisement-

Mustari sengaja mengikat sapi itu di lahan tersebut karena dekat dengan rumahnya. Kebetulan, tempat itu terkunci dan dipagar keliling.

“Kebetulan rumah saya ada di depannya,” kata Mustari saat ditemui usai menyelamatkan satu ekor sapi yang tersisa, Selasa 28 Juli 2020.

Mustari tak mengira, pagi tadi menjadi kabar buruk bagi dua ekor sapi yang harganya hampir menyamai motor Honda 150CBR senilai Rp 25 juta.

Ia bilang, tak ada firasat apa-apa semalam. Ia mengetahui sapi itu hilang setelah melihat organ dalam dua ekor sapi terburai di tanah.

“Usus sapi itu sudah dibuang tadi pagi,” katanya.

Menurutnya, dua ekor sapi itu dikerjakan pencuri antara pukul 03.00 WITa atau menjelang subuh. Para pelaku juga diperkirakan lebih dari lima orang dan menggunakan kendaraan roda empat.

“Soalnya dua ekor itu cepat sekali dikerjakan. Ini sapi juga jinak sekali,” katanya menduga.

Ia mengaku, pelaku telah lebih dulu mengintainya pada siang hari. Karena setiap sore ia memasukkan kawanan sapi tersebut ke lokasi sementara.

“Pasti mi dia pantau terus,” imbuhnya.

Akibat kejadian ini, Mustari mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Ia terpaksa mengembalikan uang warga yang telah membayar.

“Terpaksa kita kembalikan. Karena mereka sudah setor uangnya,” tuturnya.

Terhadap kasus ini, ia mengaku masih mempertimbangkan melapor ke polisi. Ia akan berkonsultasi dulu dengan keluarganya.

Penulis : Pandi

Facebook Comments