
Baubau, Inilahsultra.com – Pengembangan kawasan Kota Baubau memiliki konsep MORIKANA yang berarti Mobilisator Rencana Integrasi Kawasan Agraria, Niaga dan Pariwisata. Konsep MORIKANA ini sudah sejak lama direncanakan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau.
Sesuai konsep MORIKANA, didalamnya ada kegiatan pengembangan pembangunan jalan lingkar dan jalan bypass serta pembangunan jembatan Buton-Muna di Kota Baubau.
Separuh dari kegiatan itu saat ini sedang berproses dalam artian program pembangunannya sedang berlangsung. Jembatan Buton-Muna tak lama lagi akan dimulai pembangunannya.
Sementara pembangunan jalan lingkar dan jalan bypass juga sedang berproses. Tahun 2021, pemerintah menggelontorkan sekira Rp 200 miliar anggaran untuk pembangunan jalan lingkar yang masuk dalam konsep kawasan pengembangan MORIKANA.
Kepala Dinas PUPR Kota Baubau Andi Hamzah menjelaskan, konsep pengembangan kawasan MORIKANA Pemkot Baubau sebagai upaya membuka kawasan ekonomi baru, mempercepat pergerakan roda perekonomian daerah, demi memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau.
Kata dia, pengembangan sistem jaringan jalan perkotaan yang dilakukan saat ini melalui konsep MORIKANA yang diinisiasi Dinas PUPR Baubau ini terdapat tiga fokus pengembangan Infrastruktur di Kota Baubau.
“Pertama, pembangunan jalan lingkar yang akan membelah Kota Baubau menjadi dua yang pembangunannya dimulai dari Pantai Nirwana-Batauga menuju Labalawa, Sorawolio dan melintas ke Bungi,” ujarnya.
Yang kedua, lanjut Hamzah, pembangunan jalan Bypass yang menghubungkan dua pusat pertumbuhan sosial ekonomi antara Kawasan Pelabuhan Murhum dan Kawasan Pergudangan Kota Baubau di Lakologou.
“Ketiga, pembangunan jembatan Buton-Muna yang akan menghubungkan seluruh aktivitas sosial ekonomi Kota Baubau dengan beberapa daerah hinterland disekitarnya termasuk Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Hamzah menambahkan, Dinas PUPR membutuhkan sokongan dana besar untuk mewujudkan secara nyata konsep MORIKANA. Maka untuk merealisasikan program MORIKANA tak bisa dilakukan sekaligus, harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.
“Kendalanya, tentu saja anggaran untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur yang relatif minim. Pemerintah mencari alternatif pembiayaan tidak hanya pada APBD, dan APBN. Apalagi untuk membangun infastruktur jalan saja bisa menghabiskan Rp 300-500 miliar,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Yasir




