
Kendari, Inilahsultra.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) menandatangani kerjasama program penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan bagi pelaku tindak pidana pasca penyelesaian perkara dengan pendekatan keadilan restoratif.
Penandatanganan kerjasama Kepala Kejati Sultra DR Hendro Dewanto, SH MH dan Kepala BPVP Sultra Amran, ST yang digelar, Kamis 6 Februari 2025 ini, turut disaksikan pejabat utama Kejati Sultra serta diikuti jajaran kejaksaan negeri se-Sultra melalui zoom.
“Nota kesepakatan yang baru saja dilaksanakan memiliki nilai luhur karena bertujuan membekali keterampilan bagi pelaku tindak pidana pasca penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan restorative,” kata Kajati Sultra Hendro Dewanto.
Setelah melalui pelatihan yang diselenggarakan BPVP diharapkan pelaku tindak pidana pasca penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan restoratif dapat hidup mandiri.
“Secara prinsip timbulnya perkara-perkara pidana ringan disebabkan berbagai hal, antara lain, pelaku tidak memiliki pekerjaan atau menganggur. Mungkin juga karena konflik keluarga,” kata Hendro.
Sebenarnya, lanjut dia, perkara-perkara itu adalah perkara lengkap yang dapat diajukan ke pengadilan tetapi demi menjaga nilai-nilai luhur dalam keluarga, hubungan antara anak dengan ibu, misalnya hubungan dengan tetangga, maka diselesaikan di luar pengadilan.
Namun, tidak serta merta pelaku tindak pidana dapat mengikuti pelatihan tetapi melalui asessmen, sehingga dipastikan setiap peserta pelatihan sesuai bakat.
“Mungkin juga yang bersangkutan hanya dapat melakukan aksi sosial yang hikmat, seperti membersihkan rumah ibadah,” tuturnya.
Dari kerjasama pelatihan tersebut, pelaku tindak pidana pasca penyelesaian perkara di luar pengadilan yang baru pertama kali di Indonesia diharapkan menyetuh seluruh elemen masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
“BPVP Sultra berterima kasih kepada pihak Kejati Sultra karena melalui kerjasama menyentuh pelaku tindak pidana yang selama ini luput,” kata Kepala BPVP Sultra, Amran, ST.
BPVP Sultra siap setiap saat membekali keterampilan bagi pencari kerja atau pekerja mandiri karena pelatihan tersedia untuk 13 kejuruan. Ada kejuruan otomotif yang terbagi tiga, yakni mobil, kendaraan ringan, sepeda motor dan alat berat.
Selain itu, ada juga kejuruan tata kecantikan, yaitu salon. Juga terdapat bisnis manajemen, untuk perkantoran, perhotelan, administrasi. Kejuruan fashion technology, atau dulu disebut menjahit. Fashion technology karena bukan hanya latihan menjahit tetapi desain baju.
“Desain grafis atau buat spanduk, TIK, operator komputer, teknisi komputer dan jaringan. Kejuruan berikutnya adalah kejuruan pariwisata,” ungkapnya.
Pariwisata saat ini, lanjut dia, BPVP siap untuk perhotelan, barista, housekeeping, restoran attendant, public area artenden, dan art housekeeping.
Kejuruan bangunan meliputi surveyor, pemetaan, lembar, tukang kayu. Kejuruan Listrik memiliki keterampilan pasang instalasi rumah dan solar cell. Kejuruan elektronika, seperti teknisi HP dan perbaikan-perbaikan alat rumah tangga lainnya.
Kejuruan manufaktur untuk industri mesin bubut dan AC karena kebutuhan cuci AC di kota yang cukup tinggi.
“Sedangkan waktu pelaksanaan pelatihan rata-rata satu bulan hingga tiga bulan,” tuturnya. (Din)




