
Kendari, inilahsultra.com- Langkah Asrun yang lebih memilih mengusung Abdurrahman Saleh di Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra dinilai oleh pengamat bagian dari strategi politik.
Pengamat politik Universitas Halu Oleo Kendari Najib Husain menilai, ada barter politik yang diberikan Asrun kepada Rahman. Najib menganalogikan bahwa Asrun tidak berambisi karena ada kepentingan lain yang harus diperolehnya.
“Namanya politik, tidak ada makan siang yang gratis. Ada yang menjadi tawaran dari Asrun, sehingga wajar mendukungnya di Muswilub,” jelasnya, Selasa 21 Maret 2017.
Dia menduga, Asrun legawa tidak maju dan mendorong Rahman dengan syarat mengamankan pintu PAN untuk maju Pilgub Sultra.
“Abdurrahman diposisikan ketua tapi memberikan pintu untuk Asrun,” katanya.
Najib menambahkan, Rahman memang pantas untuk memimpin partai berlambang matahari terbit itu. Dia sudah matang dan dibesarkan oleh PAN.
“Sehingga bila didukung Asrun itu wajar. Karakter Rahman jauh lebih matang dan praktik politik dijalankan lebih elegan dan tidak kasak kusuk seperti yang lain,” jelasnya.
Setelah kepemimpinan Nur Alam dan Umar Samiun berakhir di PAN, maka pantas ada kader yang bisa menjadi penengah. Dia menilai, Rahman bisa menempatkan diri di internal PAN.
“Dia juga bisa diterima dari internal termasuk kader di kepulauan,” tuturnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Rido




