Kendari, Inilahsultra.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki alasan tersendiri mengundang La Ode Ida, Asrun dan Hugua dalam acara leadership talk yang dilaksanakan PKS, besok Minggu 26 Maret 2017.
Ketua DPW PKS Sultra Sulkhoni mengatakan, tujuan kegiatan leadership talk ini untuk mengajarkan kader PKS tentang kemampuan tiga tokoh tersebut.
“Tujuanya kita ingin belajar dari para tokoh pemimpin kita. Mereka sudah sukses di level masing-masing baik daerah maupun nasional,” ungkap Sulkhoni, Sabtu 25 Maret 2017 di Same Hotel Kendari.
Dia membantah, kalau dipanggilnya mereka ini berkaitan dengan pemilihan gubernur. Menurutnya, ketiganya memiliki kapasitas dan kemampuan berbeda di bidang masing-masing.
“Tidak ingin memadukan dan ini bukan fit dan juga bukan debat. PKS hanya ingin belajar kepemimpinan dari mereka,” katanya.
Asrun diundang sebagai pembicara karena dia dianggap sukses membangun Kota Kendari.
“Kita melihat pak Asrun sukses membangun frastruktur. Kita akan belajar kepada dia dan akan gali bagaimana triknya. Bila dibandingkan dengan daerah lain, Kota Kendari lebih maju,” katanya.
“Dia mungkin tahu triknya membangun infrastruktur. Tidak juga bisa dikatakan unggul (dari daerah lain), semua kepala daerah punya keunggulan masing-masing,” paparnya.
Hugua diundang sebagai pembicara karena dianggap sukses membangun pariwisata selama menjadi Bupati Wakatobi dua periode.
Sementara La Ode Ida dianggap sebagai tokoh asal Sultra yang sukses berkarir di pusat. La Ode Ida saat ini menjabat sebagai komisioner Ombudsman RI. Untuk itu, kepada dia, kader PKS akan belajar tentang pelayanan publik.
“Kita undang dia karena sebagai putra daerah,” ujarnya.
Selain ketiga nama itu, PKS juga sempat mengundang Bupati Kolaka Utara Rusda Mahmud. Namun, dia berhalangan hadir. Rusda sedianya membawakan materi tentang pengelolaan pertambangan.
“Kita panggil, dia bawakan materi tentng pertambangan namun kegiatan kita bertepatan dengan acaranya sehingga tidak bersedia hadir,” tuturnya.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Rido




