
Kendari, Inilahsultra.com- Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra Nasir Andi Baso mengaku, jalan menuju Masjid Al Alam tidak hanya satu jalur. Nanti, akan dibuat jalan melingkar mengelilingi masjid yang tanahnya berasal dari lumpur sedimentasi di teluk.
Ditemui usai membawakan materi di acara Musrembang Pemkot Kendari, Kamis 6 April 2017, Nasir menjeleaskan, sedimentasi di Teluk Kendari sangat tinggi. Untuk itu, akan dimanfaatkan sebagai timbunan jalan masuk ke Masjid Al Alam.
“Sedimentasi itu sangat tinggi. Mau dibuang ke mana itu. Jalan kita akan gunakan lumpur,” ungkap Nasir.
Dia menyebut, kantong lumpur yang digunakan saat ini di bibir Teluk Kendari bisa dimanfaatkan untuk menampung sedimentasi dan dijadikan akses timbunan jalan menuju masjid.
Menurut dia, pihaknya telah menghitung tingkat labilnya sedimentasi itu bila dipakai menimbun jalanan.
Posisi lumpur, sebut Nasir akan berada di atas batu yang sengaja dibuat dalam bentuk fondasi.
“Konstruksi sekarang (di bawah) batu dan di atasnya lumpur,” ujarnya.
Pembangunan jalan ini, lanjut dia, sudah pasti akan kembali menelan anggaran daerah. Namun, dia tidak mengetahui secara detil jumlahnya.
“Memang sudah direncanakan (tambahan anggaran). (Jumlahnya) saya kurang tahu, di Dinas PU yang tahu,” ujarnya.
Mantan Pj Bupati Buton Utara ini menegaskan bahwa proyek Masjid Al Alam harus selesai tahun ini, sebelum masa jabatan Gubernur Sultra Nur Alam selesai.
“Teluk Kendari masuk kawasan strategis provinsi. Sekarang pembangunannya sudah finising tahun ini,” katanya.
Dia menyebut, anggaran yang dialokasikan tahun ini sekitar Rp 80 miliar. Namun, pernyataan Nasir ini tidak sesuai dengan kontrak yang terpampang di plang proyek masjid. Total APBD yang dikuras tahun ini sebanyak Rp 96 miliar.
Berdasarkan kalkulasi dari tahun ke tahun, Masjid Al Alam telah menghabiskan anggaran daerah kurang lebih Rp 200 miliar.
Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Rido




