Siswa Se-Wakatobi Belajar Teater dan Sastra

Wangi-wangi, Inilahsultra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sanggar dan Pelaku Seni Tingkat Kabupaten Wakatobi Tahun 2017. Pelatihan ini secara khusus pada bidang teater dan sastra yang diikuti oleh siswa-siswi dari SD SMP, SMA dan perwakilan sanggar.

Sebanyak 30 peserta, 10 diantaranya berasal dari tiga Pulau besar Wakatobi yakni, Tomia sebanyak 3 orang, Pulau Kaledupa sebanyak 4 orang, dan Pulau Binongko sebanyak 3 orang. Peserta dari luar pulau tersebut didampingi oleh seorang guru pengajar Bahasa Indonesia.

Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Bahkan sebagian dari mereka mengungkapkan pelatihan teater, membaca puisi, menulis kreatif dan menulis naskah drama satu babak sebagai pengalaman pertama.

-Advertisement-

Selama tiga hari, sejak tanggal 15 hingga tanggal 17 April 2017 kegiatan ini didampingi langsung oleh tiga pelaku seni dari Kendari sebagai pemateri.

Selama kegiatan berlangsung, tiga pemateri yakni Acmad Zain, Subhadir Kete dan Frans Patadungan berganti-ganti memberikan materi dengan suasana yang berbeda.

Setiap pemateri hadir memberikan kesan keakraban dan keceriaan. Bahkan guru-guru, panitia dan beberapa pegawai hadir menyaksikan pelatihan yang sering kali mengundang tawa.

Tidak luput pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi Drs La Ode Boa MSi ditengah kesibukan selalu hadir menyaksikan pelatihan sekaligus menutup kegiatan ini seusai pentas.

Pada hari pertama diawali dengan pembukaan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dari masing-masing pemateri. Hari kedua kegiatan berlangsung di Taman Budaya Wakatobi.

Selanjutnya pada hari ketiga salah satu pemateri menampilkan pentas teater berjudul kesaksian di SMAN 1 Wangi-wangi. Pentas tersebut diikuti oleh semua peserta dan siswa-siswi di sekolah tersebut.

Pelatihan kembali dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wakatobi. Kemudian pada pukul 16.00 WITA diadakan pentas di pesanggrahan Taman Budaya Wakatobi dan disaksikan oleh siswa-siswi SMP dan SMA di Wangi-wangi.

“Kegiatan pertama ini diharapkan menjadi titik awal, semoga ini bisa menjadi pelatihan tahunan. Kita upayakan ke depan akan kita benahi dan permantap lagi. Agar seni tetap hidup,” ungkap Safiuddin SPd MPd, selaku Kepala Bidang Budaya sekaligus koordinator kegiatan pelatihan.

Reporter: Frans (Jurnalisme Warga)
Editor     : Jumaddin Arif

Facebook Comments