
Petugas Bhabinkamtibmas bersama warga di Kolaka Utara bahu membahu membuat titian sebagai akses penyeberangan sementara pengganti jembatan yang diterjang banjir.
Kendari, Inilahsultra.com – Hujan yang terus mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara benar-benar membawa musibah bagi masyarakat di sejumlah lokasi di daerah tersebut.
Setelah merendam beberapa wilayah di Kota Kendari, Buton Utara, Muna, dan Kolaka Timur, banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Ngapa, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, Sabtu 10 Juni 2017.
Salah seorang petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di wilayah itu, Bripka Saiba, kepada inilahsultra.com, melaporkan, sebuah jembatan putus diterjang banjir.
Akibatnya, Desa Parutelang yang dihuni ribuan kepala keluarga, terisolasi. Warga yang sehari-hari hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua di jalur tersebut, tidak bisa melintas.
Untuk sementara, warga setempat dibawah komando Bhabinkamtibmas, bahu membahu membuat titian dari sebatang kayu untuk sekedar bisa dilewati motor.
“Untuk sementara kita sudah bikin jembatan darurat dari kayu. Itupun kalau motor mau lewat harus dituntun, tidak bisa dinaiki. Kami juga tidak yakin jembatan ini akan bertahan, karena di sini hujan terus, sewaktu-waktu bisa datang banjir susulan,” kata Saiba, melalui telepon seluler.
Selain menerjang jembatan, kata Saiba, banjir juga menghanyutkan beberapa rumah serta puluhan hektare pohon kakao di perkebunan milik warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah desa, apalagi pemerintah kabupaten atas masalah itu.
Mewakili masyarakat setempat, Saiba yang sudah tiga tahun mengabdikan diri di daerah terpencil tersebut, berharap agar pemerintah setempat tanggap memberikan perhatian atas musibah tersebut.
“Yang paling penting adalah bantuan untuk korban banjir, termasuk jembatan dan jalan yang sampai hari ini tidak tersentuh aspal. Kasian masyarakat, mereka masih sulit mengakses jalur transportasi yang layak dan memadai,” tutupnya.
Editor: Jumaddin Arif




