Jalan Rusak Parah, Pemkab Butur ‘Tutup Mata’

Salah satu angkutan terlihat menurunkan penumpang agar bisa menembus lumpur di Butur.

Buranga, Inilahsultra.com – Banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Buton Utara (Butur) beberapa waktu lalu, kini menyisakan masalah baru. Jalan poros yang akan menjadi jalur mudik lebaran, kini rusak parah.

Salah satu titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah poros Labuan-Waode Buri. Akibatnya, waktu tempuh semakin lama.

-Advertisement-

Biasanya, poros Labuan-Waode Buri yang berjarak sekitar 60 kilometer, ditempuh 1,5 jam, kini menjadi 3 jam.

Jalur ini, biasanya dilalui oleh angkutan penumpang tujuan Kendari dan sebaliknya.

Pantauan Inilahsultra.com, kerusakan jalan terjadi hampir sebagian besar poros itu. Namun titik terparah terjadi di Desa Petetea-Laea. Kondisi jalan dititik ini berlumpur tebal.

Dititik ini, tak ada satupun alat berat milik Pemkab Butur yang bekerja membenahi jalan, Minggu, 18 Juni 2017. Paling tidak, alat berat bisa menyingkirkan lumpur yang semakin parah.

Sejumlah mobil angkutan tak jarang harus menurunkan penumpang agar bisa menembus medan jalan yang berlumpur.

Kondisi jalan berlumpur sudah cukup lama terjadi. Sejak awal curah hujan tinggi mengguyur Butur, jalan ini sudah berlapis lumpur. Bahkan, proyek jalan yang menelan anggaran miliaran, juga digulung lumpur tanpa sisa.

“Sudah lama begini (berlumpur),” kata salah seorang sopir angkutan, Siba.

Bukan hanya jalan, sepanjang poros ini, beberapa titik jembatan juga mulai rusak. Rata-rata jembatan berbahan kayu, kini mulai lapuk dan menunggu waktu untuk rubuh.

Sejumlah warga berharap, Pemkab Butur bisa mengambil tindakan dengan melakukan pembenahan sebelum puncak arus mudik. Khwatirnya, ketika arus lalu lintas meningkat saat mudik, kerusakan jalan semakin parah sehingga tak bisa dilalui.

Editor: Herianto

Facebook Comments