Meski Ditolak Mahasiswa, UHO Tetap Terapkan Uang Pangkal

Laode Ngkoimani (kanan).


Kendari, Inilahsultra.com – Meski terjadi penolakan, penerapan uang pangkal bagi mahasiswa baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari tetap diberlakukan. Pasalnya, uang pangkal itu dianggap sudah sesuai Permenristek Dikti nomor 39 tahun 2016.

Wakil Rektor III UHO Kendari Laode Ngkoimani mengatakan, uang pangkal termuat dalam pasal 10 ayat 2 peraturan tersebut. Namun ada hal yang perlu digaris bawahi. Yakni, uang pangkal hanya berlaku bagi mahasiswa baru melalui jalur SMMPTN. Bukan bagi mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus.

-Advertisement-

“Uang pangkal tetap diberlakukam bagi mahasiswa yang ingin mendaftar melalui SMMPTN,” kata Laode Ngkoimani di Rektorat UHO, Jumat, 14 Juli 2017.

Menurut dia, uang pangkal itu akan dikelola secara kelembagaan. Tentu pengelolaannya memiliki aturan yang jelas. Sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai pungutan gelap atau pungutan liar.

“Ini bukan pungutan gelap atau pungutan liar, dan pungutan ini adalah sah,” katanya.

Dia mengatakan, penerapan uang pangkal tidak seragam. Antara program studi yang satu dan lainnya berbeda.

“Ini nanti akan digunakan atau dimanfaatkan untuk pengembangan institusi, dan pengembangan pendidikan, termasuk pengembangan program studi yang bersangkutan,” katanya.

Dia menambahkan, uang pangkal itu akan disesuaikan dengan daya minat masyarakat terhadap suata program studi. Meskipun daftar uang pangkal yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan biaya ideal pengembangan program studi.

“Kami juga mempertimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat yang ada di Sultra,” tambahnya.

Ngkoimani mengajak semua pihak yang ingin menyampaikan aspirasi terkait uang pangkal agar dilakukan secara santun dan terhormat. Jangan memaksakan diri dengan menyegel kantor.

“Ini adalah fasilitas negara, yang kenyamanan dan keselamatan di bawah lindungan negara,” tuturnya.

“Kami terbuka 24 jam bagi masyarakat dan institusi lainnya yang menanyakan terkait uang pangkal atau kita berdialog terkait hal ini, itu lebih bagus,” tambahnya.

Reporter: Haerun
Editor: Herianto

Facebook Comments