Suasana rakor yang dipimpin Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata. (Pandi/Inilahsultra.com)
Kendari, Inilahsultra.com – Suasana rapat koordinasi evaluasi dan pengendalian pembangunan semester I tahun 2017 se- Provinsi Sultra berbeda seperti biasanya.
Bila rakor dipimpin oleh Gubernur Sultra Nur Alam, banyak peserta yang hadir dari pejabat 17 kabupaten atau kota. Bahkan, ruangan Phinisi di Grand Clarion Kendari membeludak.
Setelah Nur Alam melepas jabatannya karena tersandung kasus hukum, maka digantikan oleh HM Saleh Lasata sebagai Plt Gubernur Sultra.
Saat Saleh Lasata memimpin rakor, Kamis 10 Agustus 2017, suasananya lain. Banyak kursi kosong yang tidak terisi.
Bahkan, banyak kepala daerah yang tidak hadir dalam evaluasi penyerapan anggaran.
Dari 17 kabupaten atau kota, hanya Wakatobi, Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton, Bombana dan Kolaka Utara yang dihadiri langsung bupatinya.
Bahkan, Buton Selatan sendiri tak ada yang wakili baik bupati atau pun wakilnya.
Muna Barat diwakili Wakil Bupati Ahmad Lamani, Busel tak ada, Buton Tengah diwakili Wakil Bupati Lantau, Konawe Kepulauan diwakili Wakil Bupati Andi Muh Lutfi, Koltim dihadiri Wakil Andi Merya Nur, Buton Utara diwakili Ramadio.
Konawe Utara dihadiri langsung Bupati Ruksamin, Wakatobi dihadiri Arhawi, Kolaka Utara diwakili Plt Bupati (sekda), Bombana diwakili Pj Bupatinya Sitti Saleha, Konsel dihadiri langsung Surunuddin Dangga, Wali Kota Baubau tidak ada, Wali Kota Kendari diwakili Musaddar Mappasomba, Buton dihadiri langsung La Bakri, Muna dihadiri Malik Ditu. Sedangkan Kolaka dan Konawe hanya diwakili sekda masing-masing.
Penulis : La Ode Pandi Sartiman




