
Salah satu pengurus ketika dikeluarkan dari ruangan musda.
Kendari, Inilahsultra.com – Musyawarah Daerah (Musda) serentak Partai Demokrat Sultra yang digelar di Hotel Same Kendari diwarnai keributan.
Musda serentak kepengurusan di 17 kabupaten atau kota DPC Partai Demokrat digelar di Same Hotel Kendari, Sabtu, 27 Agustus 2017.
Panitia musda menyewa lima aula milik hotel untuk diselenggarakan musda setiap daerah. Setidaknya, ada beberapa daerah yang musdanya berlangsung mulus. Namun, ada beberapa daerah musdanya berlangsung alot dan berujung keributan.
Pada saat musda DPC Partai Demokrat Kabupaten Buton Selatan, dua pengurus anak cabang (PAC) ditarik keluar dari ruang sidang. Akibatnya, suasana menjadi gaduh.
“Pengurus yang di dalam itu tidak masuk akal,” ungkap Sardin, salah satu PAC yang ditarik keluar.
Menurut dia, kepengurusan mereka masih aktif namun diberhentikan secara sewenang-wenang oleh ketua DPC.
“Pemecatan terhadap kami ini suka-suka. Kita tidak diberhentikan dulu dari kepengurusan,” ungkapnya.
Menurut dia, ada beberapa ketua PAC yang diganti dengan pelaksana namun hingga saat ini statusnya belum dipecat.
“Kita ikuti muscam satu sampai tiga kali. Tiba-tiba mereka tidak punya nama,” imbuhnya.
Dia menyebut, PAC yang ditetapkan oleh kepengurusan DPC tidak merujuk pada AD ART. Namun anehnya, dikasi masuk dalam ruang sidang memilih ketua.
“Yang masuk semua unsur DPC. Sementara PAC yang aktif tidak dikasi masuk,” tuturnya.
Selain Busel, pemilihan DPC Demokrat Muna juga berlangsung panas. Dua calon yang ngotot maju, Wakil Bupati Muna Malik Ditu (ketua sebelumnya) bersaing dengan LM Taufan Alam (anggota DPRD Sultra).
Peliput: La Ode Pandi Sartiman




